Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Konsep pembangunan Kota Malang 2021 terus dimatangkan. Kali ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang kembali menjaring inovasi dari setiap perangkat daerah.

Salah satunya melalui Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah yang digelar di Hotel Savana, Rabu (19/2/2020). Melalui kegiatan tersebut, inovasi baru diharapkan mampu digali bersama. Sehingga akan ada banyak hal baru yang ditelurkan untuk melengkapi rencana kerja (Renja) Bappeda tahun 2021.

Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu menyampaikan, forum perangkat daerah dan lintas perangkat daerah merupakan sebuah kewajiban yang harus dipenuhi setiap perangkat daerah (PD). Sementara untuk Bappeda sendiri memang harus mencakup seluruh PD yang ada di Kota Malang.

"Jadwalnya paling akhir dilaksanakan 28 Februari, melainkan kami sudah siap lebih awal jadi dilaksanakan hari ini," katanya di sela kegiatan.

Dwi menjelaskan, selain perangkat daerah, forum tersebut juga melibatkan perguruan tinggi dan DPRD Kota Malang. Seluruh unsur dilibatkan untuk mengetahui lebih mendetail kebutuhan masyarakat dan pembangunan yang harus diprioritaskan setiap tahunnya.

"Tapi kali ini tidak ada perwakilan dari anggota DPRD Kota Malang. Sepertinya masih sedang ada rapat kordinasi (rakor)," imbuh Dwi.

Selain ada pemaparan dari ahli di awal acara, kegiatan juga dilakukan dengan sesi diskusi. Di mana perangkat daerah dan unsur lainnya dipetakan dalam beberapa kelompok. Melalui diskusi itu, diharapkan ada beberapa inovasi baru yang memang belum tersentuh oleh Bappeda.

"Kalau itu memang memungkinkan maka akan kami masukkan dalam renja," terang perempuan berambut panjang itu.

Lebih jauh Dwi menyampaikan, pasca dilakukan forum perangkat daerah dan lintas daerah, maka hasilnya akan disusun sebagai rencana kerja (Renja) Bappeda Kota Malang. Selanjutnya akan ditetapkan sebagai Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).

"Musrenbang Kota Malang akan dilaksanakan Maret mendatang," imbuh dia.

Selain forum perangkat daerah dan lintas daerah, masukan untuk perencanaan pembangunan Kota Malang pada 2021 sebelumnya juga telah dilakukan melalui berbagai upaya. Salah satunya musrenbang tematik yang telah digelar sejak beberapa bulan terakhir.

Hasil musrenbang tematik itu pun akan dimasukkan untuk kemudian menjadi program prioritas pembangunan di 2021. Dengan begitu, pembangunan yang direncanakan diharapkan tepat sasaran dan sesuai dengan keinginan masyarakat.

"Kami semua harus menyamakan persepsi dan menyerap setiap aspirasi masyarakat. Itu sebabnya kami juga gelar diskusi dengan setiap PD dan lintas PD yang datang," tambahnya.

Sementara itu, Dr Khoirul Muluk S.Sos, Msi yang hadir sebagai pemateri pun memberikan materi berkaitan dengan proses perencanaan yang baik. Salah satunya adalah melakukan perencanaan bukan untuk jangka pendek saja, melainkan juga untuk jangka menengah dan panjang.

Karena sejauh ini, menurutnya tak sedikit perangkat daerah yang terjebak dengan konsep pemikiran yang tak menyeluruh. Sehingga proses perencanaan yang dibuat hanya berpatok pada kebutuhan dalam satu tahun anggaran saja. Sementara kebutuhan untuk jangka panjang jarang terpenuhi.

"Cara berfikir itu yang semestinya diubah," terang Muluk.

Dia pun menyarankan agar setiap permasalahan yang muncul diselesaikan secara menyulur. Artinya tidak diselesaikan dari yang hanya terlihat dari permukaan saja. Karena jika demikian tak menutup kemungkinan akan menimbulkan masalah baru.