Ilustrasi lahan pertanian (mamankhdotcom)
Ilustrasi lahan pertanian (mamankhdotcom)

MALANGTIMES - Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2021, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Camat Kedungkandang Dony Sandito sempat menyampaikan jika setahun lahan pertanian di Kedungkandang berkurang sebesar lima persen.

Melihat hal itu, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) merasa prihatin dengan menurunnya lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi lahan perumahan.

"Kami juga turut prihatin di Kedungkandang lima persen lahan alih fungsi. Kami di sini juga meminta teman-teman atau mereka yang memiliki lahan untuk bisa mempertimbangkan (mengalihfungsikan lahannya). Nanti kita kalau nggak punya lahan terus mau menanam dimana?masak di pot-pot," ungkap Hadi Santoso, Kepala DPUPRPKP Kota Malang.

Kawasan Kedungkandang, khusunya kawasan Tlogowaru dan Arjowinangun merupakan salah satu kawasan yang unggul dalam pertanian.

Beras yang ditanam merupakan beras kelas premium yang memiliki kualitas terbaik.

"Ini sangat bagus. Saya bicara begini karena saya dulu dua tahun pernah di Dinas Pertanian," terang pria yang akrab disapa Soni ini.

Selain itu, saat ini memang tak bisa dipungkiri, ada saja yang mengajukan permohonan perizinan untuk membangun perumahan meski mengetahui lahan pertanian semakin sempit.

"Saya juga merasa miris kadang ada yang mengurus izin membangun rumah di lahan bekas pertanian. Mau nggak saya keluarkan tapi itu hak dia. Saya keluarkan tapi saya juga mikir lahan pertanian sempit," tambahnya.

Lanjutnya, sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir adanya alih fungsi lahan, pemerintah saat ini sudah memperbolehkan bangunan vertikal.

"Kita harus efisien. Pemerintah sudah mengizinkan bangunan vertikal. Tapi ketinggian nya tak lebih dari 80 meter. Jangan sampai ada dimana era menanam pohon atau padi di pot. Mohon izin ini harus dipantau," ujarnya

Camat Kedungkandang Dony Sandito menjelaskan perihal lima persen lahan pertanian yang beralih fungsi seteiap tahunnya, diketahui saat dirinya melakukan rapat dengan sebuah koperasi. 

Saat itu dikatakan bahwa lahan pertanian di Kecamatan Kedungkandang setiap tahun berkurang sekitar lima persen.

"Untuk itu saya meminta pemerintah untuk lebih mengidentifikasi pertanian di Kecamatan Kedungkandang. Salah satunya mungkin untuk memberikan stimulasi-stimulan kepada pemilik lahan dan memberikan penguatan kepada petani yang berada di wilayah Kedungkandang. Tentu dampaknya jika petani semakin kuat, kemudian penghasilannya semakin meningkat tentu tidak akan ada alih fungsi lahan," jelasnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian di Kecamatan Kedungkandang, Santos, menambahkan lahan pertanian yang aktif digarap di Kecamatan Kedungkandang seluas 425,779 hektar. 

Selain itu, di Kecamatan Kedungkandang masih juga terdapat lahan tegalan sekitar 1000-an lahan serta lahan rumah dengan pekarangan sekitar 1.800-an.

"Untuk itu harapan kedepan pemerintah bisa memberika insentif dan tentunya memberikan sosialisasi ke masyarakat untuk memberikan pemahaman agar mereka punya kemauan untuk mempertahankan lahan pertanian. Keterlibatan kita semua untuk bisa meyakinkan mereka sangat dibutuhkan," tambahnya.

Sementara itu, ia menyebut jika beralihnya fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan, seringkali terjadi di kawasan Bumiayu dan Arjowinangun. 

Maka dari itu, pihaknya terus melakukan upaya  harus  jemput bola untuk menekan berlangsungnya alih fungsi lahan.