Bus Malang City Tour (Macito) saat digunakan keliling kota oleh wisatawan (Foto: Istimewa)
Bus Malang City Tour (Macito) saat digunakan keliling kota oleh wisatawan (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Bus wisata atau bus Malang City Tour (Macito) hingga saat ini masih belum dioperasikan. Salah satu penyebab utamanya, karena tidak memenuhi standart modifikasi atau tidak sesuai dengan Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT).

Padahal bus ini sudah menjadi salah satu ikon wisata di Kota Malang. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyediakan fasilitas ini sebagai sarana bagi wisatawan untuk menyusuri kota tanpa dipungut biaya, bahkan tak jarang tamu penting Pemkot Malang juga diajak berkeliling kota menggunakan bus Macito ini.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan terkait perangkat daerah (PD) yang akan mengampu proses pembenahan bus Macito saat ini sudah ditentukan, yakni kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Nantinya, PD ini yang akan mengelola dan melakukan pembenahan desain dari transportasi wisata ini.

"Macito sudah, kemarin itu kan kita urai dulu. Saya sudah minta kepada BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) ini menjadi kewenangan siapa. Dan Sekda (Sekretaris Daerah) sudah mengumpulkan, dalam hal ini kewenangannya dilimpahkan kepada Dishub," ujarnya.

Dijelaskannya, pihak Dishub Kota Malang sesegera mungkin untuk merancang desain bus Macito. Ia juga meminta untuk mempertimbangkan ada penambahan armada baru jika nanti semua proses pembenahan telah terselesaikan, yang ditargetkan akan rampung di tahun 2020 ini.

"Dishub segera merancang bangun itu, bahkan saya juga meminta untuk dipertimbangkan Macito ada penambahan. Disamping ada modifikasi itu, insya Allah tahun ini mudah-mudahan selesai," jelasnya.

Permintaan penambahan bus Macito itu juga dengan mempertimbangkan hasil dari modifikasi nantinya. Konsepnya, disesuaikan dengan spesifikasi bus yaitu bagian lantai atas akan direndahkan. Sehingga, ketika sudah beroperasi nantinya tidak akan khawatir akan terlalu tinggi dan dapat membahayakan karena terlalu mepet dengan kabel yang menjalar dan ranting pohon.

Jika hal itu sudah memenuhi kriteria, maka kemungkinan menambah armada dan juga rute keliling kota dengan bus wisata juga akan menjadi pertimbangan. Karena, fasilitas ini juga untuk menyenangkan wisatawan yang ingin berkeliling Kota Malang.

"Rute ya kita evaluasi, insya Allah kalau ketinggian itu enggak mungkin bertambah. Dulu kan karena ketinggiannya khawatir, maka rutenya ditentukan pada yang tidak ada kabel-kabel di atas. Tapi, bisa jadi nanti akan bertambah, rute-rute pariwisata yang kita kunjungi karena lebih simple, agak kecil. Harapannya semakin komprehensif yang dilewati," paparnya.

Diberitakan sebelumya, proses modifikasi ulang bus Macito diprediksi akan menelan anggaran Rp 300 juta hingga Rp 400 juta, diambilkan dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2020. Politisi Demokrat ini menjamin, bus wisata ini bakal bisa dioperasikan kembali pada 2021 mendatang.

"Kami koordinasikan dulu, modelnya nanti seperti apa dengan budget sekian selesai kapan. Insya Allah saya jamin kalau 2021 (bus Macito sudah dioperasikan kembali)," tandasnya.