Salah seorang pengunjung pameran tengah mencoba kursi penghilang stres (Foto: Istimewa)
Salah seorang pengunjung pameran tengah mencoba kursi penghilang stres (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Stres bisa dialami oleh siapa saja. Mulai dari anak-anak hingga orang tua. Stres merupakan reaksi yang sepenuhnya wajar dialami semua orang dari waktu ke waktu ketika dihadapkan pada situasi yang membuat mereka merasa tertekan.

Seseorang biasanya mengalami stres ketika tuntutan yang diberikan padanya lebih besar dari kemampuannya untuk mengatasinya.

Baca Juga : Keren! Ini Robot untuk Sterilisasi dan Disinfeksi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Tingkat stres seseorang dapat dipicu oleh beragam faktor. Mulai dari tingkat pendapatan, beban pekerjaan, masalah percintaan, hingga masalah-masalah lain yang tidak pernah terbayangkan.

Mengalami stres memang wajar. Namun masalahnya, stres berlebihan bisa menyebabkan depresi bahkan gangguan kejiwaan.

Akan tetapi, Anda tak perlu khawatir, kini telah ada inovasi kursi penghilang stres. Inovasi ini dirancang oleh sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Bertajuk "Terapi Penghilang Stres dengan Kursi Musik Alami", inovasi teknologi berbasis kewirausahaan ini dirancang oleh Dicky Marcellino Akbar, Ardi BC, Kholil Maharno, Hadi Purnomo, dan Revaldo Yuanda.

Dicky menyampaikan, kursi ini menggunakan audio dan arduino (sebuah platform komputasi) serta sensor jarak sebagai pendeteksi ketika pengguna duduk untuk kemudian secara otomatis kursi akan memainkan musiknya.

"Sedangkan pada pusat tertentu pada kursi yang digunakan getaran dengan modul getar dan arduino sebagai terapi," terang Dicky.

Dicky menjelaskan, stres mampu menyebabkan beberapa masalah pada tubuh yang sebenarnya sepele, tapi cukup mengganggu.

Baca Juga : Keren! Ini Robot untuk Sterilisasi dan Disinfeksi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Ketika seseorang merasakan stres, tubuh membacanya sebagai sebuah serangan atau ancaman. Seseorang melindungi diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon stres, seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin.

"Peningkatan hormon pada tubuh penyebab stres ini membuat jantung menjadi berdetak kencang karena denyut jantung yang semakin meningkat, napas jadi lebih cepat dan singkat, otot-otot menegang, tekanan darah naik, mudah cemas, sulit tidur, hingga sulit berpikir jernih," paparnya.

Hipotesis kelompok ini menyatakan, antara intensitas mendengarkan musik dan stres seseorang menggunakan metode uji Kendall’s disimpulkan bahwa mendengarkan musik dapat menurunkan stres.

Inovasi kursi penghilang stres tersebut meraih Silver Medal dalam ajang ASEAN Innovation Science and Entrepreneur Fair 2020 di BG Junction Bubutan Surabaya, 14 – 16 Februari 2020 lalu.