GOR Ken Arok (Foto: Jelajah Malang)
GOR Ken Arok (Foto: Jelajah Malang)

MALANGTIMES - Gedung Olah Raga (GOR) Ken Arok menjadi salah satu aset kebanggaan di Kota Malang. Gedung serba guna itu banyak dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kebugaran, hingga berbagai event pameran. 

Namun sayangnya, kondisi bangunan GOR yang berlokasi di Kecamatan Kedungkandang itu tak sepenuhnya bagus. Pasalnya, ada beberapa kerusakan yang terlihat secara kasat mata.

Baca Juga : Kontroversi, Prestasi, hingga Mundurnya Ratu Tisha dari Sekjen PSSI

Kabid Olahraga Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Eko Sya menyampaikan, tahun lalu sudah dilakukan pemeliharaan terhadap GOR Ken Arok. 

Pemeliharaan berupa pembenahan atap, tembok, hingga fasilitas seperti toilet dan lain sebagainya.

"Itu pemeliharaan rutin, kalau pemeliharaan secara menyeluruh memang belum," katanya.

Tahun ini, anggaran untuk pemeliharaan GOR Ken Arok menurutnya hanya bersifat insidentil. Yakni ketika ada kerusakan, maka akan dilakukan pembenahan. 

Sedangkan untuk pemeliharaan secara menyeluruh, menurutnya masih perlu untuk dilakukan kajian.

"Mungkin Detail Engineering Design (DED) bisa segera dibuatkan, mungkin 2021 baru bisa. Kalau anggaran paling sekitar Rp 3 miliar. Tapi belum tahu lagi, karena harus dihitung," katanya.

Eko menyampaikan, salah satu yang sempat direncanakan namun belum terealisasi adalah rencana pembangunan sirkuit sepatu roda di kawasan GOR Ken Arok. 

Baca Juga : Libur Karena Covid-19, Kiper Persita Mulai Bosan

Sirkuit tersebut dibuat lantaran pihaknya menilai jika Kota Malang memiliki potensi cukup besar dalam bidang sepatu roda.

"Potensi atlet kita luar biasa. Tapi kita belum memiliki sirkuit yang memadai," tambahnya.

Rencana pembangunan sirkuit sepatu roda tersebut menurutnya masih akan kembali dikonsultasikan dengan pimpinan. 

Setelah itu, akan dilakukan kajian lebih jauh terkait kebutuhan sirkuit sepatu roda untuk mendukung aktivitas atlet di Kota Pendidikan ini.

"Bibit atlet sepatu roda kita sangat luar biasa, maka harus didukung. Dan akan kami kaji lagi sejauh mana kebutuhan sirkuit tersebut," pungkasnya.