Bangunan Cucian Mobil Dekat Exit Tol Mapan Tak Kunjung Dibongkar, Pemkot Bakal Beri Santunan

Feb 17, 2020 21:15
Bangunan cucian mobil yang berada di dekat kawasan Exit Tol seksi V Malang-Pandaan di Kelurahan Madyopuro (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Bangunan cucian mobil yang berada di dekat kawasan Exit Tol seksi V Malang-Pandaan di Kelurahan Madyopuro (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembangunan finishing exit tol seksi V Madyopuro, Tol Mapan (Malang-Pandaan) hingga kini masih belum selesai. Aktivitas pekerja bangunan jalan tol itu setiap harinya tampak menghiasi area yang bakal menjadi penghubung wilayah Pakis-Madyopuro tersebut.

Salah satu penyebab molornya penyelesaian itu, karena masih berdiri bangunan cucian mobil yang berdekatan dengan pintu exit seksi V Madyopuro. Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan mengambil langkah hukum agar bangunan tersebut segera dibongkar, rupanya masih begitu sulit.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Polresta Malang Kota, Kejaksaan, dan pengelola jalan tol, yang mana ditemui hasil akan dieksekusi. Namun, sebelum masa eksekusi akan ada penilaian tanah yang diberikan dalam bentuk santunan.

Santunan dijelaskannya, mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Dalam Rangka Penyediaan Tanah Untuk Pembangunan Nasional.

"Berdasarkan Perpres itu tidak boleh ada hambatan, pemerintah daerah boleh mengambil diskresi untuk bagaimana proyek strategis ini bisa tuntas. Disitu ada hal-hal yang sifatnya teknis, terhadap orang yang menguasai secara fisik dari lokasi hingga 10 tahun ke atas, itu boleh diberi santunan, bukan ganti rugi, karena itu aset negara," jelasnya belum lama ini.

Namun, sebelum masa eksekusi itu pihaknya juga memerintahkan BPKAD (Badan Pengelola Keuamgan Aset Daerah) untuk mengundang jasa penilai guna menghitung besaran nilai tanah bangunan itu. Hal itu menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi sebelum eksekusi dilangsungkan.

"Apakah yang bersangkutan nanti menerima nilai besaran atau tidak, sesuai dengan Perpres tidak boleh ada hambatan yang namanya proyek strategis nasional itu. Kita lakukan langkah itu dulu, kalau yang bersangkutan tidak menerima maka baru akan kita eksekusi," imbuhnya.

Pihaknya menargetkan, akhir bulan ini semuanya akan terselesaikan. Namun, perihal besaran nilai santunan itu ia belum mau menyebutkan sebelum ada kejelasan dari tim jasa penilai.

Yang pasti, dalam hal ini Pemkot Malang bakal mengikuti appraisal penentu penilaian besaran nilai bangunan itu. "Secepatnya (akhir Februari ini). Nggak tau (besaran nilai santunan), saya nggak mau mengandai-andai berapa, karena saya menyerahkan penuh dengan appraisal yang disitu ada kaidah-kaidah penilaian. Berapa nilainya kami pastikan kami mengikuti itu, saya nggak mau menaikkan, nggak mau mengurangi," tandasnya.

Topik
MalangBerita MalangTol Malang PandaanMadyopuroPemkot MalangBangunan Cucian Mobil Dekat Exit Tol Mapan Tak Kunjung Dibongkar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru