Bupati Malang duduk di furnitur ecobrick hasil inovasi mahasiswa KKN UIN Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Bupati Malang duduk di furnitur ecobrick hasil inovasi mahasiswa KKN UIN Malang. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Banyaknya sampah plastik di Desa Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, membuat mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki/UIN Malang) menginisiasi inovasi ecobrick.

"Di sana juga masih banyak orang-orang yang buang sampah dibakar, menimbulkan polusi udara. Jadi kami memberikan inovasi terbaru di desa, kenapa sih nggak dimanfaatin aja menjadi barang yang bernilai guna. Bahkan kalau misalnya dijual kan bisa menambah nilai perekonomian mereka," papar Syifa Sinaga, salah satu mahasiswa yang KKN di Sumbermanjing.

"Akhirnya kami coba membuat inovasi dari ecobrick ini. Sasaran kami di sekolah-sekolah," sambung mahasiswi prodi Pendidikan Agama Islam UIN Malang angkatan 2017 tersebut.

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali.

Syifa memamerkan ecobrick tersebut dalam Expo KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) UIN Mengabdi 2020 di Gedung Rektorat UIN Malang (Senin, 17/2/2020).

"Ini hasil karya dari SD Sumbermanjing, 5 anak kelas 6 yang membuat. Kami memberikan arahan seperti workshop. Mengajari cara masukin sampah, kan nggak asal-asalan sampahnya dimasukin, ada tekniknya. Harus bener-bener padet. Jadi kita memberikan arahannya kemudian mereka yang langsung membuat," bebernya.

Siswa siswi tersebut memperoleh sampah plastik dengan berinisiatif membeli di bank sampah. Ada juga yang mengumpulkan sampah jajannya.

"Ecobrick ini belum ada yang dijual soalnya ini baru yang pertama di desa tersebut. Tapi kami coba bawa ke sini. Siapa tahu ada orang-orang yang punya jiwa seni dan tertarik. Ini kan ada nilai seninya," pungkasnya.