Bupati Malang Sanusi dan Rektor UIN Malang Prof Haris mengunjungi salah satu stan Expo KKN UIN Mengabdi. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Bupati Malang Sanusi dan Rektor UIN Malang Prof Haris mengunjungi salah satu stan Expo KKN UIN Mengabdi. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tak hanya sekadar menyelesaian kewajiban kuliah kerja nyata (KKN), mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menghasilkan berbagai macam produk KKM (kuliah kerja mahasiswa).

Produk-produk tersebut dipamerkan dalam Expo KKM UIN Mengabdi 2020 di aula lantai 5 Gedung Rektorat UIN Malang (Senin, 17/2/2020).

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg menyampaikan, inovasi yang dipamerkan dalam ekspo tersebut bermacam-macam. Itu sesuai dengan potensi yang ada di masing-masing daerah.

"Seperti yang dilihat, ada produk kopi dan macam-macam dalam bentuk itu. Tetapi bukan hanya itu. Juga ada pengembangan di bidang yang lain. Misalnya dakwah, mereka membuat peta dakwah," katanya.

Peta dakwah itu, kata Haris, bukan hanya dakwah dalam arti yang sederhana, melainkan arti dakwah yang lebih kompleks. "Jadi, bagaimana mendesain agar masyarakat itu berkembang. Misal yang miskin jadi cukup, yang menderita jadi sehat, yang umum menjadi bersih, dan lain sebagainya," terang Prof Haris.

Jumlah mahasiswa yang mengikuti KKM sekitar 3 ribu dari seluruh prodi yang ada. Mereka disebar ke seluruh kecamatan di Kabupaten Malang dan Kota Batu.

"Inovasinya ada yang men-create sejak awal, ada yang mengembangkan, ada yang pada penguatan pada marketingnya," ucap rektor.

Jadi, para mahasiswa itu mendampingi agar masyarakat tidak hanya sekadar membuat produk, tapi juga bagaimana memasarkannya. "Semua produk fenomenal karena bagi mahasiswa itu sendiri baru. Dan bagi masyarakat memperoleh keuntungan, memperoleh pengalaman, dan inovasi-inovasi," kata Prof Haris.

KKM ini dilaksanakan selama satu bulan. Namun, ada permohonan masyarakat agar waktunya diperpanjang tidak hanya satu bulan.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

"Dulu juga disampaikan oleh Pak Bupati 3 bulan. Tapi kan melihat dari berbagai aspeknya, misalnya living cost mahasiswa dan sebagainya. Kalau saya lebih baik efektivitasnya yang ditingkatkan. Meski dalam waktu sedikit, tapi sangat produktif. Itu lebih bagus," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bupati Malang M. Sanusi. Ia menyatakan, masa depan Indonesia tidak perlu dikhawatirkan lagi. Pasalnya, perguruan tinggi sudah menetapkan program-program berkualitas sehingga mencetak mahasiswa yang unggul.

"Salah satunya ialah melalui penyebaran mahasiswa dalam program KKM UIN Mengabdi 2020 di seluruh desa yang butuh sentuhan modernitas," katanya.

Kemampuan berupa ilmu pengetahuan serta literasi teknologi yang tinggi membuat mahasiswa saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan kesadaran dalam teknologi, mahasiswa bisa membuat rakyat Indonesia makin maju.

"Mahasiswa juga masih fresh untuk mengabdi, menyampaikan pengetahuan yang diterima secara objektif. Itu akan memberi dampak yang positif terhadap masyarakat. Karena masih pure, mereka mengabdi dengan penuh ikhlas untuk menyumbangkan pengetahuan ini," tandas alumni UIN Malang tersebut.