Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (jilbab orange) saat menyambut kedatangan 65 warga Jatim dari Natuna, Kepri, Sabtu malam (15/2) (Foto: istimewa)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (jilbab orange) saat menyambut kedatangan 65 warga Jatim dari Natuna, Kepri, Sabtu malam (15/2) (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Kepulangan warga Kota Malang setelah menjalani observasi dan karantina virus corona di Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) mendapat sambutan baik. 

Di Jawa Timur, sebanyak 65 warga telah dipulangkan dan disambut langsung oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, semalam (Sabtu, 15/2).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang telah memastikan tiga warga yang menjadi bagian dari ratusan yang ikut pulang semalam telah aman dari paparan virus Corona. 

Hal itu, merujuk pada observasi dan karantina yang telah dilakukan di Kabupaten Natuna, Kepri selama 14 hari.

Ketiga warga yang telah pulang itu yakni M Syaifudin warga Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing, kemudian Dianita Asminingtyas warga Jl Thamrin Kecamatan Klojen, dan Jelita Pekerti warga Kelurahan Sumbersari.

"Mereka yang sudah dipulangkan ini sudah menjalani observasi di Natuna, SOP (standart operational procedure) sudah sesuai Internasional. Insyaallah sudah aman, karena mereka juga sudah punya surat keterangan sehat dari kemenkes," jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif saat dihubungi MalangTIMES, Minggu (16/2).

Sementara ini, berkaitan dengan beberapa warga Kota Malang yang telah pulang ke keluarganya masing-masing Dinkes Kota Malang masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Di samping itu, pihaknya juga tetap akan melakukan pemantauan dan mengimbau warga untuk tetap menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). 

"Tindak lanjutnya kita menunggu surat edaran dari Kemenkes. Sementara ini kita memberikan sosialisasi terkait PHBS itu. Bagaimana mereka tetap harus hidup sehat selama di rumahnya masing-masing. Salah satunya dengan selalu cuci tangan setelah beraktivitas, setelah memegang yang kotor, setelah buang air besar (BAB), saat mau makan, dan yang lainnya," jelasnya.

Tak hanya itu, apabila ditemui gejala fisik yang tidak sehat, kemudian badan mengalami panas yang tinggi, warga juga disarankan memeriksakan kondisi kesehatannya di tempat pelayanan kesehatan terdekat.

"Iya, jadi untuk segera datang ke fasyankes (fasilitas layanan kesehatan), manakala ada keluhan apapun tentang kesehatannya walau sedikit. Hal itu juga untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka," pungkasnya.