Sebelum Lepas, Tahanan Lowokwaru Bakal Digembleng di Ngajum

Feb 15, 2020 20:17
Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono saat meninjau lahan SAE di Ngajum (Ist)
Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono saat meninjau lahan SAE di Ngajum (Ist)

MALANGTIMES - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Jatim, mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lowokwaru yang ada di Ngajum, Kabupaten Malang (15/2/2020).

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Kedatangan Kakanwil yang juga mantan Kalapas Lowokwaru tersebut guna melakukan pengecekan akan pembangunan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bagi penghuni lapas untuk segera direalisasikan. Guna mewujudkan itu, dana sebesar Rp 1,9 miliar telah disiapkan Kemenkumham.

Lahan seluas 3,5 hektar dari total luasan 20 hektar, bakal digunakan pembangunan Lapas Lowokwaru berkonsep SAE, yang nantinya SAE juga merupakan upaya mengatasi over kapasitas di Lapas.

"Lapas saat ini arahnya adalah pembinaan. Lewat asimilasi inilah pembinaan akan dilakukan. Karenanya perlu adanya percepatan," ungkap Krismono, Kakanwil Kemenkumham Jatim (15/2/2020)

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika mereka yang bisa menempati SAE, tak bisa serta merta langsung menempati. Mereka harus mengikuti proses seleksi serta dengan syarat masa tahannya akan segera habis.

"Jadi tiga bulan sebelum bebas, mereka akan disediakan tempat untuk mengasah ketrampilannya. Hal ini supaya setelah keluar mereka bisa kembali ke masyarakat dan tidak kembali melakukan hal-hal negatif yang bisa membuat mereka berurusan dengan hukum lagi," bebernya

"Fasilitas di sini akan kami buat selengkap mungkin, mulai dari pertanian, perikanan hingga peternakan," tambahnya.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Syarat kurang tiga bulan masa tahanan tersebut bukan karena tanpa alasan. Pasalnya di SAE nanti, pengawasannya tak seketat jika berada di dalam lapas. Namun meskipun begitu, bukan berati pengawasan di SAE akan dibiarkan. Krismono menegaskan, jika tetap terdapat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tetap dipegang.

"Ini kan khusus bagi mereka yang hukumannya kurang tiga sampai lima bulan. Kalau mereka kabur kan justru malah rugi, hukumannya semakin berat," bebernya.

Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Lowokwaru, Anak Agung Gede Krisna menambahkan, saat ini dana guna pembangunan SAE memang telah dianggarkan.

Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, dibantu oleh delapan warga binaan yang setiap harinya pergi dari Lapas Lowokwaru Kota Malang ke lokasi yang ada di Ngajum.

"Yang dibangun masih 3,5 hektar, masih kolam dan peternakannya yang digarap.  Lahan 20 hektar keseluruhan nantinya juga akan diolah," pungkasnya.

Topik
MalangBerita MalangTahanan LowokwaruKemenkumham JatimLapas Lowokwaru
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru