MALANGTIMES - Macet masih melanda Kota Malang. Meski telah dilakukan rekayasa lalu lintas di berbagai titik, nyatanya kemacetan masih saja terjadi. Alhasil, masyarakat terutama para pengendara jalan mengeluh dan kembali mempertanyakan hasil rekayasa lalu lintas yang dilaksanakan Dinas Perhubungan Kota Malang.

Salah satunya disampaikan pengguna jalan Primaresti saat melintasi area Soekarno Hatta. Perempuan berambut pendek itu mengeluh lantaran jalanan sangat padat. Kondisi itu bahkan semakin parah saat weekend seperti sekarang. Di mana kendaraan roda dua dan empat saling berebut jalan.

Baca Juga : Driver Ojol di Malang Mulai Mengeluh Orderan Sepi

"Di pertigaan Suhat, yang sekarang mengarah ke kiri nggak boleh lurus ke Betek itu macet parah. Karena kendaraan yang dari arah Betek mau belok kanan berebut sama yang mau belok kiri dari arah Dinoyo," katanya.

Dia pun berharap, agar rekayasa lalu lintas segera dibenahi. Sehingga, kondisi jalanan tak lagi macet seperti beberapa waktu terakhir. Pasalnya, kemacetan tak hanya terjadi di satu sisi jalan saja. Melainkan juga banyak terjadi di wilayah dan kawasan lain.

"Dari arah Dinoyo juga gitu, macet banget," tambahnya.

Hal senada juga dirasakan Arman. Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Kota Malang ini menyampaikan jika kemacetan selalu terjadi saat pagi dan sore hari. Bahkan, saat malam hari pun beberapa titik selalu dipadati kendaraan roda dua dan empat.

"Katanya ada rekayasa lalu lintas, hasilnya mana?," tanyanya.

Sementara itu, sebelumnya Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan Kota Malang telah melakukan sederet rekayasa lalu lintas. Terbaru, rekayasa lalin dilaksanakan di kawasan Soekarno Hatta.

Dalam rekayasa lalu lintas tersebut, pengendara yang mengarah dari arah Dinoyo tidak diperkenankan untuk lurus menuju Betek atau Jl. Mayjend Panjaitan. Melainkan harus belok kriri dan putar balik melalui u-turn yang disediakan. U-turn atau putar balik pun diletakkan di depan Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ). Sementara dua u-turn yang ada di depan kampus Polinema dan Jalan Semanggi di tutup.

Baca Juga : Lalu Lintas Semrawut, Dewan Sebut Kota Malang Tak Miliki Tata Transportasi Lokal

Namun pada praktiknya, u-turn yang berada di depan kampus Polinema banyak dimanfaatkan pengendara yang hendak mengarah ke Jl. Mayjend Panjaitan. Alhasil, banyak terjadi penumpukan roda dua dari arah yang berlawanan.