Putra almarhum Munir, Soultan Alif Allende (tengah) mewakili ayahnya menerima penghargaan Inspiring Award dalam Brawijaya Television Award 2020. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Putra almarhum Munir, Soultan Alif Allende (tengah) mewakili ayahnya menerima penghargaan Inspiring Award dalam Brawijaya Television Award 2020. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - "Kami sudah lelah dengan kekerasan."

Itulah penggalan kalimat yang sering kita dengar dan baca hingga saat ini. Bobot kalimat itu tidak hanya sebatas kata, tetapi terwujud dalam tindakan seorang Munir Said Thalib menolak berbagai macam bentuk kekerasan.

Meski sudah 60 tahun wafat, kalimat tersebut tetap hidup sebagai semangat bagi para pejuang Hak Asasi Manusia dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.

Munir adalah sosok nyata yang konsisten menyuarakan suara-suara terpendam dan tak terdengar. Ia wafat dalam pembunuhan keji saat menempuh perjalanan studi S2 Hukum Humaniter di Universitas Utrecht, Belanda.

Jalan hidup Munir Said Thalib memiliki pengaruh besar bagi peradaban bangsa dalam perlindungan dan penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM).

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB) ini telah mendedikasikan hidupnya pada keadilan kebenaran dan kemanusiaan.

Semalam (Jumat, 14/2/2020), almarhum Munir mendapatkan penghargaan Inspiring Award di Brawijaya Television Awards 2020.

Penghargaan ini diserahkan oleh mantan staf khusus presiden sekaligus Ketua IKA UB Prof Ahmad Erani Yustika kepada putra almarhum, Soultan Alif Allende.

"Penghargaan itu dari Ikatan Alumni Universitas Brawijaya. Prof Erani merasakan bahwa Munir ini satu-satunya tokoh dalam Hak Asasi Manusia dari Brawijaya yang perlu untuk selalu diingat untuk contoh kita ke depan," ujar Direktur UBTV, Dr Riyanto MHum.

Selain itu, ada tujuh kategori penghargaan lain yang dipersembahkan oleh UB TV. Kategori The Most Popular Event of 2019 diberikan kepada Gebyar Brawijaya Qurani, Paduan Suara Mahasiswa sebagai The Most Popular UKM, BEM FISIP menjadi The Most Popular BEM Fakultas di UB.

Selanjutnya, Disparbud Kabupaten Malang memenangkan kategori The Most Collaborated Institution, FISIP kembali membawa pulang penghargaan kategori The Most Informative Faculty, Vetro Coffe Shop sebagai pemenang kategori Inspiring Entrepreneur, dan Bincang Pariwisata berhasil menjadi pemenang pada kategori The Most Favourite UBTV Program.

Riyanto menyampaikan, ke depan UBTV harus bisa menjadi TV pendidikan yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Menurutnya untuk saat ini televisi di Indonesia masih kurang dalam penayangan dunia pendidikan dan kebangsaan. Oleh karenanya Idealisme UBTV sebagai TV pendidikan harus dijunjung tinggi.

"Dari pihak Kominfo sendiri sepakat mengatakan bahwa UB TV sebagai centernya TV kampus," tandasnya.

Ditambahkan Riyanto, ke depan UBTV juga akan menjadi televisi yang tidak lagi hanya berkutat di dalam kampus atau tidak hanya bersiaran di Malang Raya. Namun juga sudah menjadi TV yang sifatnya komersial seiring dengan status UB menjadi PTN BH.