Beberapa orang tua yang menjemput anaknya di saat jam pelajaran masih berlangsung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Beberapa orang tua yang menjemput anaknya di saat jam pelajaran masih berlangsung. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

MALANGTIMES - Sejumlah wali murid mendatangi SDN 3 Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Kamis (13/02) sekitar pukul 08.30 WIB. Meski jam belajar masih berlangsung, sejumlah wali murid memaksa anaknya pulang.

Tindakan sejumlah wali murid itu dipicu lantaran geram dengan kebijakan sekolah yang memindahkan tiga guru. "Kami ditelikung. Katanya tidak dipindah, tapi diam-diam ternyata tiga guru yang sangat disayangi anak-anak kami sudah pindah," ujar Tintin, orang tua dari dua anak yang sekarang duduk di kelas 1 dan kelas 3.

Tintin lantas menceritakan, sekolah yang letaknya berjajar, yakni SD Negeri 2 dan SDN 3 Besole,  sudah sepakat dimerger atau digabung. "Muridnya banyak yang SD 3. Tapi nyatanya kedua sekolah belum bersama-sama, baik dalam kegiatan belajar mengajar dan lainnya," ungkap Tintin.

Puncaknya, saat mengetahui tiga guru di antara empat guru yang disayangi murid, yakni Lusiyah, Eka Kurniadi, Elly Puspitasari dan Erwan Eksanu Rohman, telah pindah, wali murid pun meradang. "Kami mau memberi kenang-kenangan saja tidak bisa. Ini yang membuat kami tidak dapat menerima," tandas Tintin.

Setelah mengosongkan kelas, perwakilan wali murid berencana mendatangi UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Besuki untuk meminta kejelasan masalah ini.

"Kami langsung ke UPT. Ini perwakilan akan ke sana. Kami tidak bisa menerima alasan pemindahan ini," ucap Tintin.

Setelah semua murid di SD Negeri 3 Besole kosong, sejumlah wali murid pergi untuk mendatangi UPT Dinas Pendidikan untuk menanyakan alasan dipindahnya guru kesayangan siswa.