Konstruksi Jembatan Pandanwangi sebelum hanyut terseret banjir. (Istinewa)
Konstruksi Jembatan Pandanwangi sebelum hanyut terseret banjir. (Istinewa)

MALANGTIMES - Jembatan di Kelurahan Pandanwangi yang menghubungkan RW I dan RW II dan baru saja mengalami kerusakan dibenahi Pemerintah Kota Malang. Namun masih dalam tahap pengerjaan, konstruksi bangunan malah terseret banjir. Alhasil, masyarakat harus kembali bersabar untuk bisa kembali melalui jembatan tersebut.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Dalam sebuah video amatir yang beredar, detik-detik hanyutnya konstruksi jembatan sempat menghebohkan warga sekitar. Saat itu, masyarakat dalam kondisi hujan dan air yang neluap di sungai sengaja melihat kondisi jembatan. Lantaran tak kuat menahan derasnya air, konstruksi bangunan langsung rusak dan terseret begitu saja.

Kondisi itu pun langsung mendapat respons dari Wakil Ketua DPRD Kota Malang Asmualik yang langsung meninjau lokasi. Dari hasil tinjauan di lapangan, politisi PKS itu memberikan beberapa catatan yang diharapkan dapat dijadikan bahan perbaikan dinas terkait dalam membenahi jembatan.

"Saya lihat langsung kondisi di lapangan dan memang itu jembatannya sudah hanyut saat banjir 10 Februari lalu," katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Asmualik (kiri) saat meninjau Jembatan Pandanwangi yang hanyut terseret banjir (Istimewa)

Asmualik menyampaikan, jembatan tersebut sebelumnya sempat diperbaiki warga setempat pada 2019 lalu lantaran saat mengalami kerusakan, anggaran insidentil Dinas PUPRPKP saat itu telah habis. Sehingga pengerjaan baru dilaksanakan dalam APBD 2020 ini.

"Dan itu sudah dikerjakan. Tapi ya itu tadi, pas proses pengerjaan, konstruksinya hanyut karena saking derasnya sungai," jelas dia.

Sehingga, Asmualik meminta agar DPUPRPKP Kota Malang kembali melalukan perbaikan. Dengan catatan, perbaikan dilakukan dengan konstruksi yang lebih ditinggikan. Sehingga kondisi serupa tak lagi terjadi saat banjir kembali melanda. Apalagi, mengingat saat ini merupakan puncak musim penghujan.

Baca Juga : Hingga Pertengahan April, 4 Kali Tanah Longsor Terjadi di Kota Batu

"Dan kami akan segera koordinasi dengan DPUPRPKP secepatnya untuk mengetahui kelanjutan dan perkembangan pembangunan jembatan tersebut," imbuh dia.

Selain itu, Asmualik meminta agar Pemerintah Kota Malang ke depan lebih perhatian dengan jembatan penghubung yang ada di perkampungan. Di antaranya dengan melakukan kroscek secara rutin terkait kondisi jembatan secara berkala. Sehingga tidak lagi ditemukan jembatan kampung yang rusak parah tanpa sepengetahuan dinas terkait.

"Perawatan supaya lebih dimaksimalkan lagi, karena banyak keluhan jika selama ini masih terlalu lambat penanganannya," tutup Asmualik.