Seorang pedagang memegang bawang putih di Pasar unit sayur Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Seorang pedagang memegang bawang putih di Pasar unit sayur Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ibu rumah tangga di Kota Batu rupanya harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dapur. Bagaimana tidak, saat ini bawang komoditas bawang putih mengalami lonjakan yang signifikan.

“Bawang putih harganya seperti baunya yang menyengat, sedang tinggi sekali,” kata Tyas, pedagang Pasar Kota Batu.

Ya saat ini harga bawang putih mecapai Rp 60 ribu per kilogramnya. Padahal sebelumhya masih di kisaran Rp 30-35 per kilogramnya.

“Kenaikan harga bawang putih ini dua kali lipat. Ini sudah terjadi kurang lebih selama sepekan ini, kenapa harganya tinggi? Karena ada beberapa faktor,” ucapnya.

Faktornya tingginya harga bawang putih itu lantaran jumlah atau stok di distributor menipis. Sedangkan permintaan tidak ada penurunan.

“Permintaan tidak berubah, tapi tidak seimbang dengan barangnya. Karena itu harganya naik,” jelas Tyas. 

Meskipun harganya sampai dua kali lipat, penjualan untuk jumlah kecil masih normal. “Tapi ada juga yang mengurangi pembeliannya, demikian juga yang beli dengan jumlah banyak,” tambahnya.

Sedang pedagang lainnya Sri Wahyuni menambahkan, tingginya harga bawang putih juga imbas dari virus korona yang terjadi di luar negeri. Melihat bawang putih import di beberapa negara.

“Diperkirakan karena virus korona yang terjadi di luar negeri. Sehingga tidak bisa melakukan impor, ” tutupnya.