Ilustrasi bullying. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi bullying. (Foto: Shutterstock)

MALANGTIMES - Belum reda kasus bullying atau perundungan hingga mengakibatkan korban diamputasi, publik kembali digegerkan oleh video bullying siswa terhadap siswa lain yang beredar di aplikasi pesan WhatsApp.

Video tersebut menampakkan seorang siswa SMP yang badannya ditendang dan kepalanya dipukul bertubi-tubi oleh teman-temannya.

Pada awalnya, tampak korban dirangkul oleh seorang pelaku (memakai seragam putih lengan panjang tanpa dasi) dan diarahkan ke pojokan ruang kelas. Sementara dua siswa lain yang juga pelaku tertawa sambil menghadap ke kamera.

Korban tampak memakai seragam lengkap (termasuk dasi) dan mengenakan tas punggungnya.

Setelah itu, pelaku yang berseragam lengan panjang tadi melepas seragamnya. Kini, ia hanya memakai kaos, seragam celana panjang, dan sepatu.

Pelaku tampak berkacak pinggang sambil menghadap ke kamera. Korban diam saja. Sementara yang lain, yakni siswa berkacamata, berpose di depan kamera, diikuti oleh satu siswa yang lain.

Pada detik ke 0.40, pelaku berkaos menendang perut korban dengan lututnya. Lalu ia memukul bagian kepala korban dengan siku. Layaknya orang yang jago bela diri, si pelaku menendang wajah pelaku dengan lututnya dua kali.

Selanjutnya, kepala bagian kanan (telinga) korban ditonjok tiga kali. Korban tak berdaya dan berusaha melindungi kepalanya, namun si pelaku menendang dadanya dua kali.

Dengan keras, kepala bagian kanannya ditonjok lagi dua kali. Lalu, kepala bagian belakang dipukul lagi dengan siku tiga kali. Sambil melompat, pelaku menendang kepala pelaku dengan lutut dua kali.

Tak puas dengan kekerasan yang diarahkan kepala, bagian belakang kepala korban kembali dipukul dengan siku lalu ditonjok. Tonjokan itu dilakukan berkali-kali. Terlihat, korban tak berdaya di pojokan. Punggungnya juga ditendang. Kakinya pun tak lepas dari sasaran.

Pelaku lain pun berdatangan. Badan agak besar dan memakai tas. Ia memukul punggung korban yang menghadap pojokan ruangan melindungi lain. Saat itu, pelaku pertama terus memukul korban bertubi-tubi. Ia bahkan sampai melayangkan tempat sampah ke korban.

Satu lagi pelaku bertambah yakni siswa bercelana pendek. Ia memukul korban berkali-kali. Kaki korban juga menjadi sasaran.

Di akhir video, pelaku pertama yang berkaos sempat tersenyum lebar ke kamera.

Hingga saat ini, masih belum diketahui di mana lokasi dan pelaku pembullyan dalam video tersebut.

Masyarakat pun mengecam aksi kekerasan dalam video tersebut dan ramai-ramai memviralkannya di berbagai grup WhatsApp.

Terang saja, sebab kemarahan masyarakat terhadap kasus pembullyan salah satu SMP negeri di Kota Malang masih belum mereda.

Yang terbaru, kepala dan wakil kepala SMP negeri tersebut kini telah dicopot dari jabatannya karena dianggap lalai hingga menyebabkan timbulnya kejadian bullying yang kebablasan.

 Proses hukum terhadap terduga pelaku masih berjalan. Lalu, korban sekaligus terduga pelaku diberikan pembinaan secara psikologis.