Bangunan cucian mobil dekat pintu exit seksi V Tol Mapan yang masih berdiri jelang pengoperasian seksi V tol Mapan. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Bangunan cucian mobil dekat pintu exit seksi V Tol Mapan yang masih berdiri jelang pengoperasian seksi V tol Mapan. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Mediasi kembali dilakukan Pemerintah Kota Malang bersama dengan pemilik cucian kobil dekat exit Madyopuro Tol Malang Pandaan (Mapan). Mediasi dilakukan untuk mengupayakan pembenahan kawasan tersebut agar berlangsung secepatnya.

Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan, mediasi dilakukan dengan melibatkan langsung lurah serta camat setempat, kepolisian, kejaksaan, dan pemilik bangunan. Sebab, dalam mediasi sebelumnya, yang hadir baru kejaksaan serta Satpol PP Kota Malang. "Hari ini ada mediasi lagi," katanya, Senin (10/2/2020).

Baca Juga : Di Jalanan, Senyum-senyum Merekah Menerima Sembako Bantuan UIN Malang

Meski lahan yang kini masih dimanfaatkan untuk cucian mobil tersebut status kepemilikannya adalah milik negara, Sutiaji mengatakan prosedur yang ada akan tetap dijalankan. Sehingga tidak ada pihak yang menilai pemerintah menggunakan kewenangan seenaknya saja. "Tetap semua dilaksanakan sesuai prosedur, agar pemerintah tak disebut sewenang-wenang," tambah dia.

Upaya tersebut dilakukan lantaran sebelumnya pihak kejaksaan juga memberikan hal serupa. Dengan mediasi dan upaya yang dilakukan, diharapkan bangunan cucian mobil bisa segera dibenahi untuk dijadikan jalan seperti yang diharapkan selama ini. "Karena kejaksaan juga menyarankan kami melakukan langkah-langkah tersebut," tambah pria berkacamata itu.

Sebelumnya, pemilik bangunan cucian mobil saat dikonfirmasi memilih tak banyak komentar. Saat ditanyai oleh wartawan, salah satu anak pemilik bangunan dengan tersenyum menyampaikan bahwa dia tak berani dan tak mau berkomentar banyak.

"Waduh Maak, no comment, saya nggak berani komentar," katanya, Sabtu (8/2/2020) saat ditemui wartawan. 

Saat itu, pria yang enggan disebutkan namanya tersebut tengah sibuk memindahkan beberapa mobil yang ia parkir di area luar untuk masuk ke halaman dalam.

Sementara ketika ditanya apakah pihak keluarga memiliki rencana untuk memindahkan aktivitas ke area halaman dalam dan membersihkan area luar yang seharusnya menjadi jalan, pria tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Malang yang semestinya bergerak.

Baca Juga : Balada Susilo: Hidup di Gigir Kemiskinan Tanpa Jaring Sosial Pemerintah

"Yang butuh siapa? Kan Pemkot Malang. Sudah ya, saya no comment," tambahnya dengan sedikit senyum lalu melanjutkan aktivitasnya memarkirkan kendaraan ke area halaman dalam.

Dalam pantauan wartawan media ini, area di kawasan bangunan cuci mobil tersebut selalu padat dan macet. Pasalnya, kendaraan yang melaju harus berbelok sedikit ke jalur yang berbeda. Sehingga membuat adanya penumpukan kendaraan lantaran kendaraan dari arah yang berlawanan harus turut mengantre.

Sedangkan aktivitas bengkel dan cuci mobil masih terus berjalan normal seperti sebelumnya. Bangunan di area dalam pun terlihat sudah jadi secara keseluruhan. Namun area luar yang memang belum ada perubahan sebagai jalan memang masih dimanfaatkan.