Atmari (baju tahanan warna oranye), tersangka persetubuhan anak di bawah umur saat dimintai keterangan di hadapan penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Atmari (baju tahanan warna oranye), tersangka persetubuhan anak di bawah umur saat dimintai keterangan di hadapan penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah hampir dua  tahun melakukan penyelidikan dan mendapatkan cukup barang bukti, akhir pekan lalu jajaran Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang meringkus Atmari, warga Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Kalipare.

Pria 42 tahun ini ditangkap petugas karena terbukti melancarkan aksi pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Sebut saja korbannya bernama Jelita (bukan nama sebenarnya).

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

”Korban disetubuhi saat bermain ke rumah tersangka. Kasusnya masih penyidikan. Diduga kuat aksi pencabulan dan persetubuhan tersebut terjadi lebih dari sekali,” kata Kanit Unit PPA Satreskrim Polres Malang Ipda Yulistiana Sri Iriana saat ditemui awak media saat sesi rilis, Senin (10/2/2020).

Berdasarkan laporan kepolisian, aksi pencabulan terakhir kali terjadi pada  Juni 2018 lalu. Saat itu, sekitar pukul 12.00 WIB korban yang pulang dari sekolah pergi bermain ke rumah tersangka yang sekaligus tetangganya.

”Korban dan anak tersangka AT (Atmari) ini memang teman sepermainan. Keduanya sering bermain bersama di rumah korban maupun di rumah tersangka,” jelas Yulistiana.

Namanya anak belia, lanjut Yulistiana, korban yang bermain di rumah anak tersangka sempat membuat sedikit kegaduhan. Merasa terganggu, Atmari semula memperingatkan keduanya agar tidak terlalu ramai.

Mungkin karena jengah terus-menerus memperingatkan korban agar tidak gaduh, Jelita akhirnya ditarik tangannya dan diajak masuk ke dalam kamarnya.

Situasi yang sepi membuat tersangka nekat melepas pakaian yang dikenakan korban. Bocah 12 tahun itu lalu disetubuhi oleh tersangka.

Puas melampiaskan nafsunya, korban diancam oleh tersangka agar tidak menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang lain. ”Tersangka sempat mengancam dan menjanjikan untuk memberikan sejumlah uang jajan kepada korban,” sambung Yulistiana.

Belakangan diketahui, pemberian sejumlah uang itu hanya modus agar korban tidak cerita kepada orang tuanya. Merasa ketakutan, korban yang belum sempat mendapatkan uang tutup mulut tersebut memilih untuk segera pulang ke rumahnya.

Baca Juga : Tulis "Bubarkan Negara", 10 Orang Ini Diciduk Polisi

Setelah kejadian tersebut, Jelita menjadi sosok yang tertutup. Mungkin karena masih trauma, bocah belasan tahun itu juga memilih untuk tidak bermain ke rumah tersangka.

Pihak keluarga yang merasa curiga akhirnya menanyakan kepada putrinya. Terus terdesak, Jelita akhirnya mengaku jika dirinya pernah disetubuhi oleh tersangka Atmari.

Tidak terima, kejadian ini pun akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Mendapat laporan, petugas Unit PPA Satreskrim Polres Malang dikerahkan untuk meringkus tersangka saat yang bersangkutan ada di kediamannya di Kecamatan Kalipare.

”Terhadap tersangka kami jerat dengan pasal 81 juncto pasal 76 D dan pasal 82 juncto pasal 76 E, Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dibawah umur. Sedangkan ancamannya, maksimal 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.