Wali Kota Malang Sutiaji saat menghadiri Musrenbang Anak RKPD 2021 di Hotel Savana. (Istimewa)
Wali Kota Malang Sutiaji saat menghadiri Musrenbang Anak RKPD 2021 di Hotel Savana. (Istimewa)

MALANGTIMES - Anak-anak kembali mendapat perhatian khusus Pemerintah Kota Malang. Terlebih, pasca-adanya peristiwa perundungan yang mengakibatkan jari tengah salah satu siswa SMP negeri di Kota Malang harus diamputasi. Peristiwa itu menjadi pukulan luar biasa bagi Kota Pendidikan yang juga mendapat predikat sebagai kota layak anak itu.

Dalam kesempatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak RKPD 2021 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Wali Kota Malang Sutiaji pun menyinggung perihal kejujuran. Dia minta anak-anak dan seluruh unsur pendidikan untuk selalu mengedepankan asas kejujuran.

"Anak-anak dilibatkan langsung dalam musrenbang. Semua pemikiran anak-anak agar diperhatikan untuk kebaikan pendidikan kita ke depan," katanya saat memberikan sambutan, Senin (10/2/2020).

Berkaca dari kasus perundungan belum lama ini, Sutiaji menyampaikan, kejujuran dalam menyampaikan informasi sangat dibutuhkan. Di sisi lain, lingkungan yang ada juga harus selalu menjadi yang terdepan untuk mengajarkan anak-anak untuk selalu jujur terhadap perilaku yang menimpa mereka.

Sutiaji menyampaikan, lingkungan sangat penting untuk membentuk karakter dan kejujuran seorang anak. Sebab, bukan tidak mungkin, anak-anak takut menyampaikan sebuah kejujuran lantaran adanya ancaman dan lain sebagainya.

"Bisa jadi anak-anak itu takut melapor saat di-bully karena bisa saja dimusuhi oleh temannya atau lembaganya saat membuat laporan. Maka kejujuran ini yang perlu ditekankan. Anak yang membuat laporan harus dilindungi," tandas dia.

Untuk itu, Sutiaji pun menginisiasi dibentuknya peraturan wali (perwal) mekanisme komplain. Dalam perwal akan diatur sedemikian rupa setiap komplain yang disampaikan. Selain itu, pemerintah dan lembaga harus menjamin keamanan dan kenyamanan pelapor.

Bukan hanya itu. Sutiaji juga mengingatkan agar anak-anak diajarkan bijak dalam memanfaatkan media sosial. Sehingga tidak terpengaruh untuk turut serta memberikan atau menyebarkan informasi yang tak benar. Seban, hal itu dapat berujung pada fitnah hingga perpecahan.

"Kejadian ini sangat menampar kita dan harus dicarikan benae solusinya agar tak terulang," pungkas politisi Demokrat itu.