Tersangka pelaku Reza Bachmid (20) dan Barang Bukti yang telah diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Poncokusumo. (Foto : Istimewa)
Tersangka pelaku Reza Bachmid (20) dan Barang Bukti yang telah diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Poncokusumo. (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Kawanan remaja yang meresahkan warga dengan minum minuman keras (miras) akhirnya diamankan jajaran anggota Polsek Poncokusumo, pada Minggu (9/2/2020) pukul 01.30 WIB.

Petugas mengamankan 1 tersangka bernama Reza Bachmid (20) warga Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Reza diduga sebagai pengedar Pil Double L di wilayah Poncokusumo. 

Kapolsek Poncokusumo AKP Moh Lutfi melalui Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo Aiptu Teguh Darmawan menjelaskan penangkapan bermula dari laporan warga yang resah dengan kawanan remaja minum minuman keras.

"Sabtu (8/2/2020) pukul 23.00 WIB petugas mendapat laporan warga yang resah dengan keberadaan sekumpulan pemuda yang sedang minum minuman keras (miras). Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, warga melapor ke petugas Polsek Poncokusumo," jelas Teguh.

Mendapat laporan warga, jajaran Polsek Poncokusumo mendatangi lokasi yang digunakan untuk pesta minuman keras (miras). 

Alhasil pihak kepolisian mendapati 4 pemuda yang sedang pesta minuman keras (miras).

"Mendapat laporan warga sekitar, jajaran kami mendatangi lokasi tersebut dan mengamankan 4 pemuda yang sedang mabuk minuman keras (miras). Setelah dilakukan penggeledahan Polisi menemukan 8 bungkus kertas grenjeng rokok berisikan Pil berlogo LL di saku celana Zaki Zamroni (17)," beber Teguh.

Setelah dimintai keterangan oleh petugas, Zaki Zamroni (17) mengaku membeli Pil berlogo LL itu dari Reza Bachmid (20).

"Dia (Zaki) mengaku membeli Pil Double L dari Reza sebanyak 100 butir pada hari Jum'at (7/2/2020) seharga 170 ribu rupiah," jelasnya.

Mendapat keterangan dari Zaki Zamroni (17) petugas langsung menyasar rumah Reza Bachmid (20). 

Benar saja petugas menemukan butiran Pil Double L di rumah pelaku.

"Telah ditemukan 51 butir Pil Double L, plastik transparan berukuran sedang, ponsel, dan uang sebanyak 100 ribu rupiah," imbuh Teguh.

Tersangka pelaku mengaku membeli Pil berlogo LL tersebut bukan di Malang.

"Tersangka mengaku membeli Pil double L tersebut dari Surabaya," lanjut  polisi yang pernah menjabat Kanit Reskrim Polsek Pakis ini.

Petugas juga menambahkan untuk posisi Zaki Zamroni tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Karena dalam Pasal 196 dan 197 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang bisa dikenai sanksi pidana adalah orang yang menjual atau mengedarkan, pembeli tidak bisa dikenakan sanksi pidana.

Petugas menyita barang bukti dari tersangka Reza Bachmid (20), 51 butir Pil Double L, 30 plastik pembungkus transparan, 1 buah ponsel, 1 buah donpet hitam berisikan uang 100 ribu rupiah. 

Dari tangan saksi Zaki Zamroni petugas juga menyita 1 buah ponsel, Sisa Pil Double L sebanyak 40 butir yang dibungkus 8 kertas grenjeng rokok.

Berdasarkan perbuatan tersangka, tersangka akan dikenakan Pasal 196 Sub Pasal 197 UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara.