Jembatan Kedungkandang
Jembatan Kedungkandang

MALANGTIMES - Jembatan Kedungkandang yang masuk dalam perencanaan APBD 2020 mulai digarap. Dalam tahap awal, megaproyek yang sempat tertunda pembangunannya itu menelan dana hingga setengah miliar rupiah atau tepatnya Rp 550 juta.

Dalam lembaga pengadaan secara elektronik (LPSE), tahap awal berupa lelang jasa konsultasi pengawasan rehabilitasi/pengembangan Jembatan Kedungkandang telah diumumkann. Lelang tersebut menyiapkan anggaran senilai Rp 550 juta.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRPKP) Kota Malang  Hadi Santoso menyampaikan, proses lelang kemungkinan dilaksanakan dalam waktu satu bulan. Pasca-lelang jasa konsultasi, maka akan dilanjutkan dengan lelang fisik dan pengerjaan jembatan. Sehingga, jembatan ditargetkan rampung pada 2020 ini.

"Tahun ini ditarget sudah rampung. Sebelum dilelang, kami juga sudah lakukan pertemuan dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mengetahui apa saja dokumen yang penting," katanya.

Pria yang akrab disapa Sony itu menjelaskan, desain Jembatan Kedungkandang tak jauh berbeda dengan detail engineering design (DED) yang dibuat sebelumnya. Jembatan akan dibangun membentang sepanjang 320 meter dengan lebar 14 meter.

"Jembatan yang ada sekarang akan tetap digunakan untuk u-turn, dan akan ada trotoar di kanan dan kiri jalan," imbuhnya.

Sony  juga menyampaikan bahwa sebelumnya dilakukan upaya penambahan beberapa konstruksi. Hal itu sudah dibahas terlebih dulu dengan tim ahli teknis Universitas Brawijaya (UB). Terutama untuk mengukur kondisi tanah dan fondasi awal jembatan. Hasilnya memang perlu ada penguatan di beberapa sisi.

Proses pembangunan tersebut dilakukan salah satunya juga untuk menyikapi dibukanya tol Malang-Pandaan (Mapan). Sehingga kemacetan yang terjadi bisa lebih terurai. Pasalnya, saat ini kondisi Jembatan Kedungkandang selalu padat setiap saat.