Waketum Gerindra Arief Poyuono (kiri) semprot Andre terkait gaya koboi penggerebekan PSK Padang. (YouTube)
Waketum Gerindra Arief Poyuono (kiri) semprot Andre terkait gaya koboi penggerebekan PSK Padang. (YouTube)

MALANGTIMES - Para petinggi Partai Gerindra mulai bersuara atas gaduh yang dimunculkan Andre Rosiade. 

Pasalnya, tindakan kadernya itu menuai banjir kritik dari berbagai kalangan.

Termasuk munculnya tantangan pihak hotel yang disebut Andre Rosiade memfitnah dirinya, hingga struk reservasi kamar hotel yang tercantum namanya di kasus penjebakan PSK daring NN. 

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Arief Poyuono, pun bersuara keras atas perbuatan Andre Rosidae yang berlindung pada aspirasi masyarakat Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terkait maraknya prostitusi daring.

Walau berkali-kali, Andre Rosidae menampik tak merancang penggerebekan PSK daring NN yang kini harus mendekam di balik terali besi. 

Namun, beberapa pernyataan dan data menunjukkan fakta berbeda serta memperlihatkan adanya upaya Andre Rosidae dalam penggerebekan itu.

Tak salah bila petinggi Gerindra pun bereaksi dan menyebut NN merupakan korban politik kerakusan dan kesombongan Andre. 

Arief Poyuono pun menyebut soal dugaan jebakan yang dirancang Andre Rosidae. 

"NN adalah korban politik kerakusan dan kesombongan Andre. Wanita di Kota Padang yang terpaksa menjadi PSK karena sulitnya perekonomian untuk menghidupi anaknya harus dijebak. Untuk membuat politikus itu menjadi seperti paling hebat, dan sombong," ucap Arief seperti dikutip suara.com.

Kecaman keras petinggi partai yang membuat Andre Rosidae menjadi DPR RI ini semakin menguatkan berbagai dugaan yang sempat ramai saat kejadian penggerebekan terjadi di Januari 2020. 

Yakni, Andre Rosidae melakukan 'jihad' prostitusi hanya untuk mencari popularitas dan NN dijadikan alat pencitraannya.

Pola koboi Andre Rosidae sebagai wakil rakyat yang punya fungsi menyelesaikan persoalan sosial seperti para wanita berprofesi serupa NN, menjadi kontraproduktif. 

Selain tak menyelesaikan persoalan, juga menimbulkan gelombang protes di dalam masyarakat.

Bukan karena penggerebekan prostitusinya, tapi cara yang dipakai Andre Rosidae. 

Arief Poyuono pun menyentil para politikus senayan maupun para eksekutif yang menjalankan kekuasaan dan politik yang ujungnya membuat penderitaan bagi wanita. Walau itu adalah kader di tubuh Gerindra sendiri.

NN adalah serpihan kecil dari potret yang disebut Arief Poyuono. 

Wanita yang menderita dan hancur hatinya yang memilih jalan PSK. Bertahan hidup untuk menafkahi anaknya dan kini harus mendekam di terali penjara karena pola pencitraan Andre Rosidae.

"Karena itu saya berpesan ke seluruh kader partai agar tak menyakiti perempuan yang sudah terzalimi kehidupannya," ujarnya.

Arief Poyuono pun menyatir kisah Yesus Kristus, seperti  dicatat dalam peristiwa terkenal yang terdapat pada Injil Yohanes dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen, yaitu Yohanes 7:53-8:11. 

Dalam bahasa Latin dikenal dengan judul Pericope Adulterae atau Pericope de Adultera. Merupakan kisah konfrontasi antara Yesus Kristus dengan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengenai persoalan apakah seorang perempuan, yang kedapatan berzina, harus dihukum mati dengan dilempari batu atau tidak. 

"Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu," ucap Yesus.

Dalam kisah yang juga dipertentangkan itu, Yesus membuat orang-orang itu menjadi malu dan satu per satu pergi tanpa melaksanakan penghukuman. 

Yesus pun membiarkan perempuan itu untuk pergi tanpa dihukum dengan pesan untuk "jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang".

"Lihatlah di negara kita, di sekeliling kita kebencian, kesombongan, kemunafikan, kerakusan politikus senayan dan eksekutif dalam politik Indonesia sudah menyebabkan penderitaan bagi wanita. Alhasil, perempuan dengan hati hancur memilih jalan menjadi PSK,” ucap Arief Poyuono seperti dikutip suara.com.