Ilustrasi puisi (Istimewa)
Ilustrasi puisi (Istimewa)

MALANGTIMES - Maaf Bapak
*dd nana

-17
Jarak meremukkan air mata
Rasa pahit menciutkan dada
isak tersekat, tersesat mencari
muara.
Sungguh aku tak ingin menyebutnya
kesedihan. Walau ada yang terasa rengkah
terserak di dada. Serupa pecah
yang belah pada raga
dan tak mungkin tumbuh
lagi. 
Hanya ingatan-ingatan yang membiak
mengais masa silam.

18-
Maaf bapak
tak sempat aku antar kau
pada perjalanan menuju cahaya.
Mungkin doa-doa bisa jadi bekal
menyusuri sesuatu yang selalu
jadi misteri.

Baca Juga : KITAB INGATAN 101

-19
Pada jemarimu yang tak bisa kugenggam
kini, aku mengenal warna peristiwa
Yang memapahku pada kisah-kisah
yang kini kerap aku terakan 
pada urat nafas hidupku.
Kelak, jemari itu pula yang jadi kompas
pada kisah yang belum aku tuliskan.

-20
Kita berjanji pada kehidupan
dengan bayaran mengarungi
ruang yang tak dicatatkan dalam pengetahuan
yang menggetarkan segala cahaya
dan iman yang sempat menyala 
Kita berjanji pada kehidupan
untuk kembali pada segala ibu yang
menggetarkan.

-21
Derak menjadi detak
jarak dipangkas ingatan
tapi perjalanan selalu melelahkan
serupa aksara yang berhasrat
menjadi sajak.
 

*hanya penikmat kopi lokal