Petugas PMK Kabupaten Malang saat melakukan evakuasi sarang Tawon Ndas "Vespa Affinis" di wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. (Foto : Istimewa)
Petugas PMK Kabupaten Malang saat melakukan evakuasi sarang Tawon Ndas "Vespa Affinis" di wilayah Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Belum sepekan ular menyerang rumah warga, kali ini Tawon berjenis Vespa Affinis kembali menyasar rumah warga. 

Jum'at (7/2/2020) salah satu rumah warga di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang menjadi sasarannya.

Menurut keterangan pelapor Nur Huda kepada petugas, sarang tawon ada 2 dengan jenis Vespa Affinis.

"Terdapat 2 sarang tawon di rumah tersebut yang berjenis Vespa Affinis,"ujar Goly Karyanto, Kepala Bidang PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran) Kabupaten Malang. 

Vespa Affinis ini atau yang biasa masyarakat sebut sebagai "tawon ndas" merupakan tawon yang bisa dibilang lumayan ganas. 

Goly menambahkan, Tawon Vespa Affinis ini mempunyai kebiasaan menyerang secara berkelompok.

Jika sudah berkelompok korban serangan tawon kemungkinan terburuk dapat menyebabkan meninggal dunia.

"Tawon ndas akan menyerang jika merasa diusik, terutama jika sarangnya diserang. Jika tawon ndas menyerang secara bersamaan dengan jumlah 10 sampai 20 an ekor tawon, bisa menyebabkan manusia gagal jantung. Akibatnya jika tidak segera mendapatkan penanganan medis korban yang diserang akan meninggal dunia," tambah Goly.

Menurut rekapan laporan petugas mulai 2018-2020 kasus rumah warga yang diserang Tawon Vespa Affinis ini mengalami perubahan yang fluktuatif.

"Sepanjang tahun 2018 lalu hanya ada 3 laporan. Tahun 2019 ini meningkat menjadi 10an kasus, dan di awal tahun 2020 ini masih ada 1 laporan," bebernya.

Proses evakuasi yang selalu di tempat ketinggian membuat masyarakat selalu meminta petugas untuk melakukan evakuasi.

"Proses evakuasi tawon ndas tidak bisa sembarangan, harus menggunakan alat dan perlengkapan keselamatan yang sesuai dengan ketentuan. Seperti pencapit, tongkat khusus, hingga pakaian dan helm anti sengatan lebah,” tutur Goly.

Untuk masyarakat Kabupaten Malang yang memang membutuhkan bantuan evakuasi Tawon Ndas, Goly menginformasikan agar segera menghubungi PMK Kabupaten Malang di nomor telepon 0341-346999.

"Peralatan kami masih belum memadai, namun jika ada laporan kami akan bersinergi dengan PMK Kota Malang untuk menindaklanjuti laporan warga. Baik evakuasi tawon ndas,” tutup Goly.