Petugas saat memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya membawa korban ke IGD RSSA Malang guna mendapatkan penanganan medis setelah diterjang kereta api (Foto: Istimewa)
Petugas saat memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya membawa korban ke IGD RSSA Malang guna mendapatkan penanganan medis setelah diterjang kereta api (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Seorang pejalan kaki yang belum jelas identitasnya mengalami kondisi kritis saat melintas di perlintasan kereta api yang berlokasi di Dusun Sono Tengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (8/2/2020) siang.

”Sesaat setelah disambar kereta tubuh korban sempat terpental. Kondisinya sedang kritis, tulang tibia pada kaki sebelah kiri patah” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Baca Juga : Peduli Covid-19, Hawai Grup Sumbang Ratusan APD ke Pemkot Malang

Berdasarkan penelusuran wartawan, identitas korban yang mengalami luka parah setelah diterjang body kereta api ini bernama Hendra warga Blitar. ”Dari informasi warga setempat, korban diduga mengalami gangguan psikis,” sambung Utomo.

Ceritanya, sekitar pukul 12.30 WIB korban sempat berjalan menyusuri kawasan rel kereta api. Tidak lama kemudian, kereta api dari selatan yang berangkat dari arah Malang tersebut melintas di lokasi kejadian. ”Korban ditabrak kereta dari arah belakang, kemudian tubuhnya terpental sekitar 3 meter dari titik korban diserempet kereta,” terang Utomo.

Mengetahui jika korban tersambar kereta api, warga setempat dan pengguna jalan langsung berhamburan menyelamatkan pria yang diperkirakan berusia 50 tahun tersebut. Lantaran kondisinya sedang terluka parah, kejadian ini akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, petugas gabungan dari Polsek Pakisaji, Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api), dan PMI Kabupaten Malang dikerahkan ke lokasi kejadian. ”Sesaat setelah disambar kereta, korban langsung dibawa ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang) untuk menjalani perawatan medis,” tutup Utomo.