Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto. (Foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto. (Foto: Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pekan depan, hasil kajian konstruksi Pasar Besar Kota Malang akan diumumkan. Hal itu menyusul akan dipaparkannya hasil kajian yang telah dilakukan tim dari Institut Teknologi Surabaya (ITS).

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang Wahyu Setianto menjelaskan, tim konstruksi dari ITS telah menyelesaikan tugasnya. Pada 15 atau 16 Februari mendatang, tim dijadwalkan melakukan paparan dihadapan Pemkot Malang dan pihak ke tiga yang menyewa lantai tiga Pasar Besar.

"Dan saat ini kami masih menunggu Matahari (pihak ke tiga). Karena beberapa kali dihubungi masih belum bisa," katanya.

Wahyu menjelaskan, hasil uji kelayakan yang diperoleh ITS nantinya akan menjadi acuan dalam membenahi Pasar Besar. Karena hal itu sudah sesuai kesepakatan yang diambil Pemkot Malang dan pihak ke tiga. Mengingat, hasil uji kelayakan yang dilakukan Pemkot Malang dan pihak ke tiga sebelumnya mengalami perbedaan.

"Pemkot dengan UB mengeluarkan hasil uji jika Pasar Besar harus dibangun total. Tapi hasil uji dari Matahari menyatakan hanya perlu dibenahi. Sehingga hasil dari ITS ini akan dijadikan acuan. Apakah akan dibongkar atau dibenahi akan kami ikuti," jelas Wahyu.

Pasar Besar sampai saat ini memang masih menunggu kepastian. Pasalnya, setelah terjadi kebakaran pada 2016 lalu, kondisi pasar terbilang mangkrak dan banyak dikeluhkan pedagang. Sebab, jumlah pengunjung disebut mengalami penurunan pasca lantai paling tinggi di Pasar Besar belum difungsikan. 

Sementara itu, Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Pemkot Malang dengan PT Matahari Departemen Store diketahui masih berlangsung hingga 2034 mendatang.