Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (tiga dari kiri) saat menghadiri Dialog Publik (Foto: Istimewa)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (tiga dari kiri) saat menghadiri Dialog Publik (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Akhir-akhir ini masyarakat banyak dikejutkan dengan berbagai bencana alam. Salah satunya banjir, yang sempat melanda di beberapa daerah.

Di Kota Malang sendiri, banjir juga kerap terjadi lantaran luapan air sungai. Hal itu hingga kini, juga masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk pemecahan solusinya.

Persoalan ini dikritisi, lantaran rangkaian kejadian bencana alam tak selalu diakibatkan karena faktor alam, tapi juga penataan kebijakan pemerintah yang dinilai masih kurang selaras dengan alam.

Hal inilah yang diungkapkan Dewan Daerah Walhi Jatim, Purnawan D. Negara. Sejauh ini ia menilai perihal kebijakan pemerintah masih perlu pembenahan. Seperti, adanya taman kota yang malah dibangun kantor kelurahan. "Ada sebuah taman yang kemudian dibangun kantor kelurahan, seperti ini perlu disoroti," paparnya saat menghadiri acara dialog di RRI Kota Malang, Jumat (7/2).

Dalam kesempatan ini, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menanggapi jika Pemkot Malang telah berupaya dalam menjaga lingkungan. Namun, hal itu dijelaskannya tidak sepenuhnya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Melainkan, konsep pentahelix (akademisi, bussines, community, government, media) dan seluruh warga Kota Malang.

"Permasalahan lingkungan harus dibangun dengan kesadaran semua lini. Salah satunya melalui gerakan angkat sampah dan sedimen (GASS) yang melibatkan seluruh warga Kota Malang," jelasnya.

Tak hanya itu, persoalan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang yang terbilang minim Bung Edi (sapaan akrabnya) menjelaskan jika di tahun 2020 ini Pemkot Malang telah berkomitmen untuk memaksimalkan aset yang dimiliki untuk diubah menjadi hutan kota. 

"Tahun ini kita berkomitmen memaksimalkan itu, tapi hal ini juga tidak bisa kalau serta merta hanya dibebankan kepada pemerintah. Karena tidak akan selesai, maka perlu juga dukungan semua pihak," pungkasnya.