Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Yunar Hotma (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Yunar Hotma (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus perundungan siswa SMPN 16 Kota Malang prosesnya terus bergulir di Polresta Malang Kota. Pihak kepolisian saat ini terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi terkait.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Yunar Hotma, menjelaskan, pemeriksaan saksi-saksi terus bertambah guna pengumpulan bukti-bukti mengungkap pelaku dalam kasus tersebut.

"Sampai saat ini saksi yang sudah diperiksa 14 orang. Hari ini (7/2/2020) ditambah lagi tiga. Kemudian Senin nanti ada lagi tiga," beber Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Yunar Hotma (7/2/2020).

Lanjutnya, unsur-unsur yang diperiksa dari semua pihak yang terkait, yakni pihak murid, pihak sekolah, pihak dokter yang menangani visum hingga pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Malang.

"Nanti diagendakan mungkin minggu depan (pemeriksaan Dindikbud). Agenda pemeriksaan terhadap Dindikbud seputar bagaimana pengawasan maupun prosedural serta bagaimana upaya pelaporan dari pihak sekolah ke Dindikbud terkait permasalahan yang terjadi," jelasnya.

Sejauh ini meskipun beberapa saksi telah diperiksa, belum terdapat indikasi penetepan tersangka. Yunar menyebut, saat ini mereka yang diperiksa kesemuanya masih berstatus saksi .

"Sampai saat ini pemeriksaan berjalan lancar. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) maupun psikolog untuk trauma healing korban," pungkasnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Diantaranya Kepala SMPN 16, Wakil Kepala Sekolah dan guru BK. Pihak kepolisian sendiri juga terus mendalami masing-masing peran terduga pelaku.