Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi.  (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi. (Foto: Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sistem pendidikan di Kota Malang tengah menjadi sorotan publik. Penyebabnya, tak lain karena dugaan kasus perundungan atau bullying yang dialami salah satu siswa berinisial MS di SMPN 16 Kota Malang.

Kota berjuluk kota pendidikan ini seakan menambah catatan kelam kasus kekerasan terhadap anak. Padahal, sekolah seharusnya menjadi tempat untuk menimba ilmu. 

Namun, MS bukannya mendapat kenyamanan dan keamanan tapi malah menjadi bulan-bulanan dari tujuh temannya. Bahkan, akibat kekerasan ini ia harus menjalani operasi amputasi jari tengah tangan kanannya.

Perhatian akan merebaknya dugaan kasus perundungan ini juga disorot anggota DPRD Kota Malang. Dalam hal ini, dewan menilai ada unsur kelalaian pihak sekolah dalam mengawasi aktivitas siswanya. 

Kategori anak dengan track record yang bisa disebut berperilaku menyimpang atau nakal, seharusnya bisa mendapat perhatian serius.

"Tentu ini sangat disayangkan, tapi bagaimanapun mereka anak-anak yang masih punya masa depan. Artinya, tidak serta merta sekolah main mengeluarkan siswa, tapi ini perlu perhatian khusus. Guru-guru, pembimbingnya, dan sebagainya," ungkap Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi.

Apalagi, kejadian kekerasan terhadap bukan baru sekali ini saja terjadi di Kota Malang. Lalu, rekomendasi apa yang seharusnya dilakukan instansi pendidikan untuk ke depan kejadian serupa tidak terulang lagi?

Wanedi menjelaskan, pembelajaran dengan pendidikan karakter siswa harus lebih diperkuat. Dari sinilah, maka sikap dan perilaku anak-anak bisa terkontrol. Sehingga, apabila sistem itu berjalan maka kejadian-kejadian kekerasan atau penganiayaan bisa terhindarkan.

"Tentu ini pendidikan karakter (yang harus dikuatkan). Sistem pendidikan itu harus bisa membedakan, ini yang harus dilakukan seperti ini. Karena apa, setiap orang pasti punya prestasi dengan cara yang berbeda. Jadikanlah anak-anak itu, anak-anak kita, berbudi pekerti yang baik," pungkasnya.