Ke-25 perwakilan PAC PKB se-Kabupaten Malang saat menjelaskan kriteria wakil bupati yang cocok mendampingi Sanusi dalam ajang Pilkada 2020 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Ke-25 perwakilan PAC PKB se-Kabupaten Malang saat menjelaskan kriteria wakil bupati yang cocok mendampingi Sanusi dalam ajang Pilkada 2020 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mayoritas PAC (Pengurus Anak Cabang) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Malang, sepertinya sudah gelap mata dan terkesan ogah menjatuhkan dukungan calon bupati selain ke HM Sanusi.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Koordinator PAC PKB se-Kabupaten Malang, Mukhlis, saat mengelar pertemuan di salah satu rumah makan di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (6/2/2020).

”Berdasarkan hasil survei umum, Abah Sanusi (sapaan Bupati Malang) bisa kalahkan para kandidat calon bupati lainnya. Hasil survei menunjukkan Sanusi ada di tingkatan pertama,” terang Mukhlis.

Ketika ditanya siapa kandidat lain yang dimaksud, Mukhlis hanya menyebut jika calon Bupati Malang yang disinggung itu adalah Siadi. Bahkan pihaknya juga mengklaim bila keunggulan Sanusi terpaut jauh jika dibandingkan dengan Siadi.

”Dulu kan Siadi sempat diunggulkan, saat ini dari hasil survei umum yang kami peroleh Sanusi sudah mengungguli Siadi. Prosentasenya sekitar 60 banding 40 persen,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua PAC PKB Kecamatan Tirtoyudo ini.

Berdasarkan penelusuran wartawan, survei yang diklaim Sanusi lebih unggul dibanding Siadi hingga torehan 60 persen tersebut, sejatinya bukan dilakukan oleh lembaga survei independen. Melainkan hasil survei yang dilakukan oleh PAC PKB Kabupaten Malang sendiri.

Hal itu juga dibenarkan oleh Mukhlis, menurutnya survei yang menunjukkan hasil 60 banding 40 persen tersebut berasal dari salah satu wilayah PAC PKB di Kabupaten Malang. ”Hanya survei umum saja, 60 persen itu di Kecamatan Dampit,” terangnya.

Seperti yang sudah diberitakan, Kamis (6/2/2020) sejumlah 25 dari 33 PAC PKB se-Kabupaten Malang menyatakan dukungannya kepada Sanusi. Bahkan, wujud dukungan tersebut dilampirkan dalam surat pernyataan dan dilengkapi dengan stampel masing-masing PAC dan bermaterai.

”Targetnya 1 PAC mendulang suara 70 persen, tentunya disesuaikan dengan potensi pendapatan suara di masing-maising ranting yang ada,” jelas Mukhlis.

Pihaknya mengaku jika capaian angka 70 persen di tiap Kecamatan tersebut, bukan hal sulit bagi Mukhlis dan kawan-kawan. 

Menurutnya, kondisi harmonis yang terjalin antara PKB dan NU (Nahdlatul 'Ulama), bakal mengambil peran vital guna memenangkan sosok incumbent tersebut, agar kembali terpilih sebagai Bupati Malang periode 2020 hingga 2025.

”Jika ada perpecahan tokoh politik dari NU, itu hanya perpecahan kecil dan wajar. Dibawah sudah harmonis, antara NU dan PKB satu suara dukung Sanusi. Bahkan di Kecamatan Dampit sudah satu nama, Sanusi,” saut Mukhlis.

Bagaimana jika hasil rekom PAC tidak disetujui DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PKB, Mukhlis memilih untuk terus mengikuti perkembangan keputusan dari petinggi partai berlogo 9 bintang tersebut. 

Namun demikian, ke-25 PAC PKB se-Kabupaten Malang bakal terus mengupayakan agar rekom dari pusat segera diberikan kepada Sanusi. ”Kami berharap DPP PKB bisa satu suara dengan PAC,” celetuknya.

Misal dapat pinangan dari partai lain?, Mukhlis mengaku bakal tetap mendukung Sanusi, asalkan yang bersangkutan bersedia kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Malang. 

”Baik direkom partai PKB atau tidak tetep Sanusi, sekali abah Sanusi tetap abah Sanusi,” lantang Mukhlis yang kemudian disaut perwakilan 25 PAC PKB lainnya.

Ditemui disaat bersamaan, Ketua PAC PKB Kecamatan Tajinan, Son Haji, mengaku jika sampai saat ini ke-25 PAC yang sudah memastikan dukungan ke Sanusi, belum menemukan sosok yang tepat untuk mendampingi pria yang saat ini menjabat sebagai Bupati Malang tersebut.

”Kalau wakil yang ditunjuk siapa kami Sami'na Wa Atho'na (mendengar dan taat) saja. Siapapun wakil yang ditunjuk Sanusi akan kami dukung,” tegasnya.

”Kalau yang ingin jadi wakil ada, yang nafsu ada, tapi faktanya belum tentu cocok. Pastinya harus bisa mengimbangi, karena Sanusi sosok yang religius tapi tetap nasionalis, maka wakilnya minimal ya harus sebaliknya lah, setidaknya yang nasionalis religius,” pungkas Son Haji.