Dokumentasi MalangTIMES
Dokumentasi MalangTIMES

MALANGTIMES - Harga bawang putih di Kota Malang mengalami kenaikan. Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga bawang putih pada Kamis (6/2/2020) mengalami kenaikan 7,51 persen dibanding Rabu (5/2/2020) kemarin.

Rata-rata harga bawang putih di pasar rakyat Kota Malang pada Kamis (6/2/2020) adalah Rp 50.600 naik Rp 3.800 menjadi Rp 54.400 per kilogramnya. Rata-rata harga tersebut diketahui dari Pasar Dinoyo, Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Klojen, Pasar Blimbing, hingga Pasar Tawangmangu.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto menyampaikan, kenaikan harga bawang putih terasa sejak dua minggu terakhir. Kenaikan lantaran produksi bawang putih di pasar mulai mengalami penurunan. Sementara kebutuhan akan bawang putih masih sama, bahkan cenderung naik.

Namun Wahyu belum mengetahui dengan pasti alasan kenaikan harga tersebut. Entah dikarenakan musim penghujan yang berpengaruh pada panen atau lantaran proses ekspor dan impor yang bermasalah.

"Kalau ekspor impor bermasalah, biasanya kementerian akan memberi tahu. Tapi sejauh ini belum ada pemberitahuan. Nah, kalau ada kaitannya dengan itu (Virus Corona; red) saya belum tahu pasti," katanya, Kamis (6/2/2020).

Mengatasi harga bawang putih yang terus meroket, Wahyu menyampaikan jika ia akan meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jatim untuk melakukan operasi pasar. Sehingga harga bawang putih bisa kembali ditekan dan tak terlalu tinggi.

"Kami akan berkirim surat ke Provinsi Jatim," tambah Wahyu.

Wahyu menjelaskan, operasi pasar sebagaimana yang sering dilakukan dalam mengatasi kelangkaan dinilai sangat efektif. Pasalnya, pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi saat operasi dilaksanakan.

"Saat ini, harga kebutuhan pokok lainnya sudah normal," pungkas Wahyu.