Tersangka pelaku Desi (27) saat di Polsek Kepanjen beserta barang bukti yang telah diamankan petugas (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Tersangka pelaku Desi (27) saat di Polsek Kepanjen beserta barang bukti yang telah diamankan petugas (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Selasa (4/2/2020) terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Kebonagung. Kecelakaan ini dikarenakan korban yang sekaligus tersangka pencurian sepeda motor mabuk berat dan menabrak sepeda motor yang membawa bak bambu.

Kecelakaan tersebut menyebabkan 1 korban luka di pelipis sebelah kiri bernama Desi Kartika Sari (27) warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Korban juga sebagai tersangka curanmor di Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Korban curanmor bernama Zainal Abidin (30) yang bertempat tinggal di Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Tersangka curanmor merupakan kawan lama korban yang berniat main ke rumah Zainal Abidin.

Saat di rumah Zainal Abidin, tersangka pelaku berniat hanya bermain saja karena sudah 10 tahun tak bertemu.

"Teman dekat udah lama, terus udah lost contact, terus aku kerja di Jakarta kan. Pada waktu di Jakarta, kontakan lagi sama Abidin, terus aku ngomong, eh aku akhir tahun mau pulang ke Malang, terus katanya Abidin ya udah main-main kesini, ya udah niatnya aku pulang ke Surabaya, aku ngekos kan, terus emang aku udah janjian sama Abidin itu untuk main-main aja, ya kembali lagi teman lama lah (teman minum)," ujar tersangka Desi (27) saat ditanyai oleh awak media.

Tersangka menambahkan ia disuruh Abidin datang pada malam hari. "Abidin kerja di Kediri, Nganjuk gitu, kata Abidin kamu berangkatnya malem-malem ae soalnya sampe kepanjen malem," tambahnya.

Akhirnya tersangka datang ke rumah Zainal Abidin Senin (3/2/2020) sekitar Pukul 23.30 WIB malam dan melihat kondisi rumah korban dalam keadaan sepi.

Menurut penuturan Kapolsek Kepanjen AKP Yatmo, saat itu mereka sama-sama mabuk. "Setelah Zainal Abidin sudah mabuk dan teler berat, barang-barangnya dibawa, termasuk sepeda motor korban. Setelah meninggalkam rumah Zainal Abidin, dia mengalami kecelakaan di Jalan Raya Kebon Agung, setelah itu sepeda motor ditinggal, dan dia melarikan diri ke arah Surabaya," tutur Kapolsek.

Kapolsek Kepanjen menjelaskan motif tersangka melakukan pencurian barang-barang korban termasuk sepeda motor korban tersebut. "Motifnya hanya karena jengkel saja, namun namanya teman sudah lama nggak ketemu, terus diajak kencan, sehingga dia sudah lama, tidak mengimbangi, dan sudah pakai obat sebelumnya, dia muncul niat seperti itu," jelasnya.

Korban juga menjelaskan kronologis saat dia di rumah Zainal Abidin. "Aku kan habis kehujanan pinjem bajunya dia, terus dia alasan nggak ada, adanya sarung, ya otomatis kan aku kembenan doang kan, terus aku ditarik ke kamar," jelas tersangka.

Tersangka juga sudah mengetahui bahwa Zainal Abidin sudah berkeluarga dan istrinya kerja di luar negeri. Saat di rumah Zainal Abidin, tersangka mengira terdapat temannya juga, ternyata hanya Zainal Abidin saja yang berada di rumah tersebut dan sudah terdapat minuman keras di rumah Zainal Abidin. 

Pada saat diinterogasi petugas kepolisian, tersangka melakukan pencurian tersebut baru satu kali. "Ada kesempatan dalam kesempitan, korban sudah tidak berdaya, sehingga ditinggal pergi dan membawa barangnya," tambah Kapolsek Kepanjen AKP Yatmo.

Barang bukti yang disita petugas 1 sepeda motor, tas pinggang, 2 Handphone, kartu ATM, Buku Tabungan, SIM B1, dan uang tunai sebesar 380 ribu rupiah.

Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan pasal curat (pencurian dengan pemberatan) dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara.