Satu bangunan yaitu cucian mobik yang masih bertahan di area pintu exit seksi V Tol Mapan (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Satu bangunan yaitu cucian mobik yang masih bertahan di area pintu exit seksi V Tol Mapan (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Seksi V Tol Malang-Pandaan di Madyopuro akan segera beroperasi dalam waktu dekat. Saat ini, proses pembangunan sudah hampir rampung. Pertengahan Februari ini, uji laik operasi akan segera dilaksanakan.

Namun sayangnya, rencana pengoperasian nampaknya masih terkendala dengan kondisi bangunan yang berada dekat dengan pintu exit tol. Pasalnya, terdapat satu bangunan berupa cucian mobil yang sampai saat ini belum dibongkar penuh. Alhasil, kemacetan sering terjadi di area sekitar pintu exit tol.

Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan-Malang (JPM) Agus Purnomo menyampaikan, wilayah yang berada di sebelah barat atau seberang exit tol merupakan tanggungjawab Pemerintah Kota Malang. Sehingga dia berharap agar ada upaya yang dilakukan Pemkot Malang untuk segera membenahi jalan tersebut.

"Karena di titik tersebut (cucian mobil; red) itu sering terjadi crowded. Karena yang mulanya dua jalur terus pindah jadi satu jalur, dan itu sangat menganggu. Itu sebabnya hari ini kami datang untuk meminta bantuan Pemkot Malang," katanya, Kamis (6/2/2020).

Agus menjelaskan, saat ini jalur di kawasan pintu keluar sudah dibenahi dan dilebarkan Jasa Marga. Pelebaran dan pembenahan bahkan sudah hampir rampung. Hal itu dilakukan untuk mempermudah akses keluar dan masuknya kendaraan ke tol. Selain itu juga untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut.

"Kami mohon bantuan supaya cucian itu segera diselesaikan. Karena itu di luar kewajiban kami. Kami wajib membenahi di area Timur. Kami minta bantuan agar pas waktu operasi jalurnya sudah benar," tambahnya.

Terlebih, lanjutnya, berdasarkan informasi yang dimiliki, bangunan cucian mobil tersebut saat ini sudah bukan hak pemilik rumah. Pasalnya sertifikat dan hak dari tanah tersebut sudah menjadi hak milik Pemerintah Kota Malang.

"Kalau kami dari jalan tol berkepentingan agar nggak crowded," jelas Agus.

Sementara berkaitan dengan target pengoperasian, Agus menyampaikan jika pada pertengahan Februari ini akan dilakukan uji laik operasi. Dalam kurun waktu 10 hari sampai dua minggu, pembenahan akan dilakukan sesuai evaluasi dan catatan yang diberikan.

"Dalam jangka waktu 10 hari atau dua minggu itu, sertifikat laik operasi akan dikeluarkan. Baru setelah itu dibuka dan akan digratiskan seperti jalan tol lainnya selama satu minggu," jelas Agus.