Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono (kanan) (dokumentasi MalangTIMES)
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono (kanan) (dokumentasi MalangTIMES)

MALANGTIMES - Salama dua bulan ke depan, krisis air  masih akan melanda ribuan pelanggan Perumda Tugu Tirta atau PDAM Kota Malang. Pasalnya, pemasangan pipa transmisi bantuan Kementerian PUPR masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan rampung selama 50 hari ke depan. 

Waktu 50 hari itu termasuk cepat. Normalnya, pemasangan pipa transmisi bisa dilakukan selama tiga hingga empat bulan lamanya.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Menanggapi itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang Trio Agus Purwono menyampaikan, meski secara hitungan pemasangan pipa dapat dipercepat selama 50 hari, dewan tetap meminta agar Perumda Tugu Tirta Kota Malang konsisten. Sehingga dia mendorong agar pekerjaan di lapangan dilakukan lebih maksimal.

"Memang membutuhkan waktu dan satu-satunya solusi adalah memasang pipa. Tapi bagaimana pun, Perumda Tugu Tirta harus selalu memperhatikan kebutuhan warga terdampak," katanya, Kamis (6/2/2020).

Terlebih, saat ini bantuan tangki air mulai menipis menjadi 16 tangki saja. Sedangkan terminal air juga terbatas 37 unit saja. Sehingga perlu untuk dilakukan penambahan dan dimaksimalkan lagi bentuk bantuan yang disalurkan. Selain itu, untuk tangki air yang ada, pengisian dimaksimalkan dan tidak menimbulkan banyak keluhan lagi.

Lebih jauh Trio menyampaikan, beberapa solusi sebelumnya telah disampaikan Perumda Tugu Tirta kepada DPRD Kota Malang. Di antaranya dengan memanfaatkan sumur bor yang ada agar bisa dimaksimalkan untuk disalurkan ke area lain. Namun sayangnya, memang terdapat sedikit kendala, yaitu harga pompa yang mahal.

"Dan katanya ada CSR. Kami dorong supaya itu segera diwujudkan dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Karena pasti air belum bisa ngalir normal sampai beberapa hari ke depan," tegas Trio.

Bukan hanya itu. Dewan akan fokus pada pemasangan pipa transmisi baru tersebut. Salah satunya memastikan kualitas pipa agar sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Sehingga tak lagi terulang kejadian yang sama seperti pecahnya pipa yang terjadi beberapa saat lalu.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

"Tentu itu menjadi perhatian. Kami akan pantau saat  pengerjaan untuk memastikan pipa sesuai spesifikasi. Kami akan turun langsung ke lokasi pemasangan," tambahnya lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pipa transmisi milik Perunda Tugu Tirta atau PDAM Kota Malang mengalami kerusakan belum lama ini. Kerusakan yang terjadi di Desa Pulungdowo dan Desa Kidal, Tumpang, Kabupaten Malang, tersebut mengakibatkan sekitar 26 ribu hingga 30 ribu sambungan rumah (SR) terdampak. Selama satu bulan terkahir, warga terdampak pun harus mengalami krisi air. Sehingga warga harus mencari sumber lain untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.