Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade yang lagi ramai diperbincangkan terkait penggerebekan PSK daring di Padang, Sumbar. (Ist)
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade yang lagi ramai diperbincangkan terkait penggerebekan PSK daring di Padang, Sumbar. (Ist)

MALANGTIMES - Dijebloskannya NN pekerja seks komersial (PSK) di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang disinyalir dirancang atau dijebak Andre Rosiade politisi Partai Gerindra, terus mengalirkan reaksi masyarakat.

Tak hanya Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Komnas Perempuan, Women Crisis Center Nurani Perempuan Padang, yang siap membela NN. Di media sosial viralnya kasus NN yang mengaku 'dipakai' dulu sebelum digerebek juga ramai diperbincangkan.

Terutama terkait siapa lelaki misterius yang diduga dibayar Andre di dalam kamar hotel dalam penggerebekan. Serta cara pembuktian Andre atas Kota Padang yang disebutnya marak dengan prostitusi daring.

Wasekjen Partai Gerindra ini pun berkali-kali menolak bahwa dirinya melakukan perbuatan yang dialamatkan kepadanya. Bahkan, melalui akun Twitter pribadinya @andre_rosiade berusaha membela diri.

"Demi Allah sy sbg yg lahir dan besar di Padang tidak ingin kota sy ini kena Azab Allah krn maksiat merajalela. Dan masyarakat juga byk melaporkan ke sy. Untuk itu sy bekerjasama dgn Polisi utk memberantas Prostitusi Online. Sy tidak mau menjadi Selemah2 nya Umat," cuitnya. 

Dia juga menambahkan dalam postingannya, bahwa adanya penggerebekan prostitusi online yang membuat beberapa kalangan bereaksi keras ke dirinya dimungkinkan ada yang terganggu pencitraannya.

"Kejadiannya tgl 26 Januari 2020. Ada Puluhan orang dan banyak Anggota Polri di lapangan. Kenapa di ributkan sekarang. Padahal Polisi sudah menetapkan TSK. Mungkin ada yg terganggu pencitraannya. Atau ini Fight back terhadap pemberantasan Maksiat di Padang," cuitnya.

Cuitan Andre ini pun mendapat reaksi keras warganet di kolom komentar akun anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini. Ada sebanyak 1,8 ribu komentar yang didominasi kritik keras ke Andre dengan ramainya kasus itu.

Akun @YRadianto, misalnya merasa 'gatal' dengan cuitan Andre yang membawa-bawa nama Tuhan serta azab yang akan menimpa Kota Padang.

"Jangan sok jadi "agen" Tuhan, Andre !! Azab Tuhan tak akan turun jika di suatu kaum masih tersisa satu saja manusia beriman. Sebagaimana yang Anda "pamerkan", anggap saja satu orang beriman itu Anda atau salah satu dari saudaramu. Tuhan Yang Maha Pengasih tak akan mengazabnya," cuitnya.

Warganet lain pun hampir senada menanggapi pola Andre dalam kasus tersebut. "(Apabila Allah hendak mengazab suatu kaum pastilah diutusnya terlebih dahulu seorang Rasul). Jangan merasa dosa orang lain kamu yang menanggungnya. Apakah kamu membiayai keluarga PSK tersebut selama dia dipenjara. Siapa yang mau jadi PSK kalo tidak karena keadaan," tulis akun @aziz77414.

Seperti diberitakan tirto.id, NN adalah satu dari puluhan juta perempuan di Indonesia yang berharap bisa mengubah nasib ekonominya. Berasal dari Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), NN pada Oktober 2017 lalu pun mencoba peruntungan dengan hijrah ke Padang, Sumbar. Di sana, NN bekerja sebagai petugas spa di hotel Daima. 

Tapi, pekerjaannya ujung-ujungnya melayani cowok yang membuatnya hengkang. Akhir Desember 2019, NN yang telah berkeluarga dan memiliki satu anak berusia 2 tahun didera keuangan. Untuk membeli susu anaknya pun tak bisa tercukupi.

Kondisi dililit ekonomi yang buruk, NN mencoba bertahan hidup dengan mengobservasi cara perempuan setempat mendapatkan uang. Kebanyakan perempuan itu adalah para wanita malam yang beraktivitas sebagai PSK dengan mempergunakan aplikasi MiChat. Akhirnya, NN pun terjerumus dalam kubangan lendir setelah dirinya juga mengenal Afriyanto Saputra (24) mucikari yang ditangkap Polda Sumbar saat penggerebekan.

Aktivitas esek-esek NN pun akhirnya berhenti dengan kasus yang diduga diskenario oleh Andre melalui jebakan memesan layanan seks dengan memakai nama orang lain melalui MiChat.

"Mencari popularitas dgn cara menjebak dan mengorbankan org lain itu lbh HINA dibanding pekerjaan yg dilakukan PSK tsb. Dan serendah2nya PSK tidak pernah bongkar aib para pejabat yg sdh pernah menikmati tubuh'y," cuit @JsDeyz.

Kritik pedas warganet ke Andre bukan karena niat pemberantasan prostitusi daring di Padang. Tapi, cara Andre yang juga ramai diberitakan menjadi 'otak' yang merancang skenario penggerebekan.

Seperti yang disampaikan juga oleh Muhammad Isnur Ketua Advokasi YLBHI yang menyebut, Andre yang seharusnya diperkarakan karena mengatur peristiwa itu. 

"Dia otaknya, NN itu dijebak tapi malah dipidana," ucapnya.

Akun @Ernie_es menulis, "Memberantas boleh, tp bukan dengan cara mempermalukan psk nya, anda anggota dewan, harusnya punya adab & etika, bagaimanapun juga, dia salah satu rakyat yg harus kamu wakili suaranya, bisa jadi dia yg milih kamu waktu pileg kemarin. Gunakan cara2 terhormat yg memanusiakan manusia," ujarnya.

Pun akun @yossetyawan2000 yang mencuitkan, "Cobalah memandang dr sisi lain. Mereka psk bkn penjahat, psk bkn pula pilihan hidup, mereka wanita yg jg pny perasaan. Seharusnya anda berjuang menyadarkan, membukakan jalan dan membuat mereka kembali mulia, bukan malah dengan bangga mempermalukannya !! Parah loe ndre ..,".

Walau banyak warganet yang memberikan kritiknya, beberapa akun lain membela apa yang dilakukan Andre. 


KarimTukih menuliskan, "Maju terus bro @andre_rosiade jangan mundur lawan mereka yg melegalkan perbuatan masiat tsb guna menghindari azab Ilahi," cuitnya.
Senada @habiburokhman juga menyampaikan hal serupa. "Yang menangkap PSK itu polisi, Andre melakukan tugas pengawasan. Dukung @andre_rosiade lawan maksiat, waspada pelindung maksiat fight back," cuitnya.