Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Ir. Saroni Soegiarto, ME (kiri) saat memberi keterangan pada awak media. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Ir. Saroni Soegiarto, ME (kiri) saat memberi keterangan pada awak media. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Krisis air bersih di Kota Malang masih tak kunjung usai. Apalagi, pengerjaan pipa transmisi baru miliki Perumda Tugu Tirta atau PDAM Kota Malang di kawasan Desa Pulungdowo dan Desa Tajinan, Kabupaten Malang baru mulai dilakukan. Dalam tahap awal, tim dari Kementerian PUPR sudah turun untuk melakukan pengecekan lapangan.

Sebagaimana hasil pertemuan yang dilakukan antara Wali Kota Malang, Perumda Tugu Tirta Kota Malang dan tim Kementerian PUPR, proses pengerjaan pipa transmisi tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 50 hari. Meskipun proses pengerjaan normal pemasangan pipa biasanya adalah tiga hingga empat bulan.

Menanggapi itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Saroni Soegiarto menyampaikan pihaknya akan mengusahakan pengerjaan pipa berlangsung selama 50 hari sebagaimana permintaan Pemkot Malang. Hal yang menjadi pertimbangan adalah kebutuhan masyarakat yang semakin mendesak atas air bersih.

"Kalau mau percepatan, maka Man, Money, Material, dan Mechine harus digerakkan semua. Kalau bergerak semua bisa diusahakan cepat," katanya.

Dia menyampaikan, untuk mempercepat proses pengerjaan pipa yang rusak tersebut, pihaknya membutuhkan peran serta pemerintah daerah. Terutama berkaitan dengan izin hingga aspek sosial di lapangan. Sehingga pengerjaan dapat diselesaikan sesuai tenggang waktu yang diharapkan.

"Sistem buka tutup jalan dan segala perizinan kami butuhkan peran dari pemerintah daerah," terang dia.

Dia menyampaikan, sampai saat ini proses penghitungan biaya pemasangan pipa baru terus dilakukan. Sehingga belum diketahui pasti berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk pemasangan pipa sepanjang 3,8 kilometer tersebut. Karena proses penghitungan akan dilaksanakan secara pararel bersamaan dengan pengerjaan fisik di lapangan.

"Besaran biaya akan terus dihitung. Dan spesifikasi pipa sudah ditentukan oleh tim teknis," jelasnya.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, pipa transmisi milik Perumda Tugu Tirta atau PDAM Kota Malang mengalami kerusakan belum lama ini. Kerusakan yang terjadi di Desa Pulungdowo dan Desa Kidal Kabupaten Malang tersebut mengakibatkan sekitar 26 ribu hingga 30 ribu sambungan rumah (SR) terdampak. Selama satu bulan terkahir, warga terdampak pun harus mengalami krisi air. Sehingga warga harus mencari sumber lain untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.