Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian MSi. (Foto: Yogi/MalangTIMES)
Rektor Unikama, Dr Pieter Sahertian MSi. (Foto: Yogi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Salah satu upaya mengatasi kemacetan, Wali Kota Malang Sutiaji mewacanakan bakal mengusulkan perguruan tinggi di Kota Malang memundurkan jam masuk kuliahnya. Di mana selama ini jam masuk kuliah pertama pada pukul 07.00 WIB menjadi lebih siang yakni pukul 09.00 WIB. 

Pengunduran jam kuliah ini diharapkan dilakukan oleh perguruan-perguruan tinggi yang mahasiswanya melewati jalan yang kerap macet, contohnya saja sekitar Jalan Sukarno Hatta. 

Usulan Sutiaji tersebut menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Rektor Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) Dr Pieter Sahertian MSi berpendapat, usulan Sutiaji tersebut adalah terobosan yang bagus. "Saya kira ide itu bagus karena memang di jam-jam seperti itu sangat ramai," katanya saat berkunjung ke Kantor Jatim TIMES, Rabu (5/2/2020). 

Meski demikian, untuk penerapannya, perlu dilakukan kajian internal dulu, perlu sosialisasi, dan melihat bagaimana reaksi warga kampus terhadap kebijakan ini. "Pada prinsipnya semua kebijakan itu pasti ada kalkulasinya. Tetapi kan perlu kita komunikasikan ke dalam," ucapnya. 

Dan apabila Wali Kota Malang juga menginginkan Unikama menerapkan kebijakan ini, maka Pieter akan melaksanakannya. Asal, bisa diterima positif oleh seluruh civitas. "Kalau memang ternyata masyarakat kampus, khususnya dosen dan karyawan itu bisa menerima dengan positif, tidak ada salahnya kita laksanakan karena ini bagus," paparnya. 

Jadi, kata Pieter, kampus perlu melakukan pengkajian internal. Yakni terkait bagaimana anggapan mahasiswa, bagaimana anggapan dosen, hingga karyawan. "Mungkin mahasiswa senang-senang saja karena ketika jam kuliah diundurkan paling tidak mahasiswa yang kesulitan bangun pagi itu sangat bisa menerima ide dari Pak Wali ini," kelakarnya. 

Salah satu alasan ia beranggapan usulan ini terobosan yang bagus yakni karena jumlah kampus di Malang memang sangat banyak yakni sekitar 50. Dan jumlah mahasiswa di Malang ada sekitar 200 ribu orang. "Apalagi di daerah barat (banyak kampus menumpuk). Kalau Kanjuruhan daerah Sukun itu juga sudah cukup macet juga, sehingga ini perlu dipertimbangkan, perlu dikaji, bahwa ini sesuatu yang ide yang baru saya kira ini bagus," terangnya. 

Apabila memang nantinya menerapkan kebijakan ini, pada intinya, Unikama harus memenuhi jumlah jam kerja seminggu, yakni sekitar 37,5 jam sampai 40 jam. "Kalau misalkan jam 9 kita bisa pulang jam 5 misalnya saya kira Kanjuruhan bisa melaksanakan. Karena kita ini akan segera melaksanakan masuk jam 8 pulang jam 4," ungkapnya. 

Aturan kepegawaian Unikma mengatakan bahwa jam kantor yakni dari pukul 8 sampai pukul 16.00. "Artinya 7 jam di kantor ditambah 1 jam istirahat maka delapan jam. Sehingga sudah kita hitung jam 8 sampai jam 4. Kalau misalnya mendukung programnya Pak Wali ini jam 9 sampai jam 5, Kanjuruhan nggak masalah," pungkasnya.