Sugeng Santoso saat menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Sugeng Santoso saat menjalani persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Lagi, sidang pembacaan tuntutan kasus mutilasi dengan terdakwa Sugeng Santoso yang diselenggarakan di Pengadilan Negeri Kota Malang ditunda, Rabu (5/2/2020). Alasannya, lagi-lagi Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menyiapkan berkas tuntutan.

Hal itu tak pelak membuat Majelis Hakim Dina Pelita Asmara memberikan peringatan keras kepada  pihak JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, Wanto Hariyono.

Pihaknya menyayangkan molornya berkas penuntutan. Pasalnya kasus pembunuhan maupun kasus mutilasi bukanlah perkara yang pertama kali terjadi. "Terlepas dari teknis apapun mohonlah dibantu, dipercepat karena ini sudah tahap dua. Tolong pak Jaksa jangan sampai ada penundaan lagi agar kami bisa menyelesaikannya on time," jelasnya dalam persidangan.

Dari ketidaksiapan berkas tuntutan tersebut, Majelis Hakim juga memberikan peringatan keras kepada pihak JPU. Sebab keterlambatan tersebut nantinya semakin memolorkan waktu pledoi maupun tanggapan.

"Berapa kali kami menunda, penundaan nya apa saja tolong dicatat hari ini dalam berita acara bahwa Majelis hakim telah memperingatkan JPU untuk kesekian kalinya agar tidak lagi ada keterlambatan dalam penyusunan penuntutan," ujarnya seraya meringankan panitera untuk mencatat.

Bahkan akibat berlarut-larutnya berkas penuntutan yang tak kunjung disiapkan dalam persidangan tersebut, Majelis Hakim menyampaikan kepada pihak JPU jika bisa saja pihaknya mempertimbangkan pembebasan terdakwa.

"Kami akan pertimbangkan masalah penahanannya kalau sampai berlarut-larut tidak jelas. Nanti kalau kami tidak bisa menyelesaikan kami dinilai unprofesional yang artinya tida becus dalam out kalender persidangan," bebernya.

Sementara itu, pihak JPU, Wanto Hariyono, menyampaikan kepada Majelis Hakim untuk meminta waktu satu Minggu guna tersedianya berkas penuntutan. 

Pihaknya beralasan jika berkas tuntutan tersebut saat ini masih ada di Kejaksaan Agung (Kejagung) dan belum turun ke Kejari Kota Malang. "Kami minta waktu 1 Minggu," ujarnya berjanji segera menyiapkan berkas tuntutan

Di sisi lain, Kuasa Hukum dari Sugeng Santoso, Iwan Kuswardi mengatakan meski dalam pembacaan tuntutan telah ditunda berkali-kali, pihaknya akan tetap sabar menunggu.

Namun pihaknya memberikan saran, jika JPU harus menyampaikan kepada pimpinannya, jika fakta persidangan atau alat bukti yang diajukan dimuka persidangan tidak ada yang mendukung kebenaran surat dakwaan.

Sehingga Kejaksaan dalam menyusun surat tuntutan, kesimpulan akhirnya tidak terkesan asal-asalan yakni dengan menuntut Sugeng bersalah melakukan pembunuhan.

"Demi kepentingan menegakkan kebenaran dan keadilan serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tidak ada salahnya Jaksa menuntut untuk membebaskan Sugeng dengan alasan tidak ada satupun alat bukti yang dapat digunakan untuk menyatakan Sugeng bersalah karena pembunuhan," pungkasnya.