ban-ban bekas yang ditemukan Satgas DPUPRPKP saat melakukan normalisasi dikawasan Tlogomas (DPUPRPKP)
ban-ban bekas yang ditemukan Satgas DPUPRPKP saat melakukan normalisasi dikawasan Tlogomas (DPUPRPKP)

MALANGTIMES - Pemandangan miris lagi-lagi nampak pada saluran drainase di Kota Malang. Hal itu terlihat saat Satgas Drainase Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan  dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang membersihkan atau melakukan normalisasi saluran drainase di kawasan Jalan Raya Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, tepatnya di kawasan UMM.

Terlihat tumpukan-tumpukan ban-ban bekas motor ditemukan dalam saluran air di sekitaran lokasi tersebut. Saking banyaknya, jika dikumpulkan ban bekas tersebut bisa sampai satu truk.

Dampaknya, keberadaan ban-ban bekas yang menyumbat saluran drainase secara memanjang tersebut, saluran drainase di kawasan itu seringkali meluap airnya manakala terjadi hujan deras. Air meluber ke jalan dan tak bisa mengalir pada saluran drainase.

Melihat hal itu,  Satgas DPUPRPKP menyayangkan dan merasa prihatin akan rendahnya kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Padahal, kondisi lingkungan merupakan salah satu aspek utama dalam kehidupan. Jika kondisi lingkungan kumuh,  maka akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan lainnya.

“Kalau banjir, bisa saja kesehatan terganggu, lingkungan menjadi kotor dan tidak nyaman. Kemudian bisa saja mengganggu pekerjaan seseorang, bahkan bisa juga membahayakan jiwa seseorang,” beber Koordinator Satgas DPUPRPKP Kota Malang Hari Widodo.

Lebih lanjut disampaikan pria yang akrab disapa Bengbeng itu, pihaknya meminta masyarakat untuk lebih peduli lagi dengan  kondisi lingkungan sekitarnya. Selain untuk kepentingan saat ini, kondisi lingkungan yang baik tentunya juga merupakan persiapan untuk generasi berikutnya.

“Kesadaran itu yang utama. Kesadaran harus dimulai dari diri sendiri. Jagalah lingkungan, jangan buang sampah sembarangan. Bila perlu, harus ada sanksi tegas yang benar-benar diterapkan untuk membuat mereka yang membuang sampah sembarangan menjadi jera,” pungkasnya.