Wali Kota Malang Sutiaji (Dok. MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemasangan pipa baru untuk menggantikan pipa transmisi yang pecah di Desa Pulungdowo dan Desa Kidal, Kabupaten Malang sudah mulai dilakukan. 

Pemasangan ditargetkan selesai dalam kurun waktu 50 hari. 

Secara otomatis, air masih akan macet alias tak mengalir lancar hingga hampir dua bulan ke depan. 

Pelanggan terdampak pun dipastikan masih bakal alami krisis air.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, saat ini pembenahan pipa sudah mulai dilaksanakan tim dari Kementerian PUPR. 

Secara normal pemasangan pipa bisa berlangsung selama tiga hingga empat bulan.

Namun lantaran kondisi Kota Malang saat ini sangat mendesak, maka disusun skema agar pembenahan atau pemasangan pipa baru berlangsung lebih cepat.

"Kami mendorong agar pemasangan disegerakan. Kalau bida selesai 50 hari," katanya, Rabu (5/2/2020).

Meski begitu, lanjutnya, kualitas pengerjaan dia pastikan tak akan dikurangi. 

Sehingga masyarakat diharapkan bersabar dengan kondisi tersebut. 

Lantaran pengerjaan pun akan terus didorong segera diselesaikan sesuai target waktu yang ditetapkan.

Saat ini, tim dari Kementerian PUPR menurutnya telah melakukan survei di lapangan. 

Selanjutnya akan dimulai proses pengerjaan fisik. 

Sebelum itu, Perumda Tugu Tirta Kota Malang atau sebelumnya dikenal sebagai PDAM Kota Malang juga telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang.

Pasalnya, proses pemasangan pipa berada di kawasan Kabupaten Malang. 

Sehingga harus dilakukan koordinasi dengan dinas terkait. 

Selain itu juga dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan keamanan setempat.

"Sudah dilakukan koordinasi, utamanya Pemkab Malang," tegas Sutiaji.

Pipa baru menurutnya akan dipasang di sisi pipa lama. 

Sehingga tidak akan terlalu menganggu arus lalu lintas di kawasan terdampak.

Sedangkan panjang pipa baru adalah 3,8 kiloneter. 

Namun untuk besaran anggaran yang dikeluarkan, Sutiaji belum mengetahui dengan pasti.

"Itu bukan domain kami. Kami hanya menerima hibah dari Kabupaten Malang," terangnya.

Sedangkan untuk menangani pemenuhan kebutuhan air selama proses pemasangan pipa baru, menurutnya sekitar 10 ribu saluran rumah (SR) terdampak dari total 26 ribu SR terdampak akan mendapat pasokan air dari sumber lain.

Rekayasa tersebut diambil salah satunya dengan penambahan pengeboran sumber baru.

Di antaranya berada di kawasan perkantoran PDAM Kota Malang dan satu lagi di kawasan Mayjend Panjaitan. 

Pengeboran pada dua sumber itu akan selesai dalam dua minggu.

"Pengerjaan dua minggu, dan akan ada pengerjaan pompa," tambahnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, pemasangan terminal air di daerah terdampak juga ia minta untuk diperbanyak. 

Pasalnya, bantuan tangki air saat ini masoh belum dapat ditambah lagi. 

Sebab beberapa bantuan tangki saat ini juga harus mengatasi masalah krisis aor yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur.

"Kita idealnya membutuhkan 70 sampai 100 tangki. Dengan keterbatasan yang ada sekarang, maka kemampuan menyalurkan air harus ditambah," imbuhnya.