Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Sinarmata bersama Kasubag Humas Polresta Malang Kota (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kapolresta Malang Kota, AKBP Leonardus Sinarmata bersama Kasubag Humas Polresta Malang Kota (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus siswa SMPN 16 yang menjadi korban perundungan tujuh teman saat ini masih terus dalam penanganan pihak kepolisian. 

Kabar terbaru pihak kepolisian telah menyiapkan status dari tahap pemeriksaan menjadi tahap penyidikan. 

Hal ini setelah pihak kepolisian menemukan dua alat bukti.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

"Hasil visum nanti kita jelaskan, tapi yang pasti berdasarkan alat bukti (visum maupun keterangan para saksi yang menguatkan) tersebut meyakinkan penyidik untuk meningkatkan statusnya ke  tahap penyidikan" jelas Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Meskipun dengan adanya peningkatan status, pihaknya masih belum bisa mastikan akan adanya tersangka .  

Namun, saat ini pihaknya masih terus berupaya untuk mendalami peran dari masing-masing pelaku.

"Apakah dari 7 itu atau siapa yang benar-benar melakukan (aksi perundungan) akan menjadi pelanggar atau tersangkanya," bebernya.

Saat ini pemeriksaan juga masih dilanjutkan dengan memeriksa saksi dari pihak sekolah.

Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan dua guru BK dihari ini periksa kaitan kasus tersebut.

"Hari ini Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan dua guru BK. Kita lakukan pemeriksaan tambahan kepada terduga yang melakukan kekerasan maupun pihak keluarga," jelasnya.

Baca Juga : Tulis "Bubarkan Negara", 10 Orang Ini Diciduk Polisi

Mengenai gesper, seperti kabar yang banyak beredar jika jari korban terkena atau sering terjepit oleh gesper, Kapolresta menyampaikan jika dalam keterangan hasil pemeriksaan, tidak pernah disebut mengenai gesper.

"Saat ini kami juga terus berika pendampingan untuk trauma healing. Trauma healing ini tidak ada batas waktu, baik dari psikolog lalu juga dari rekan Perlindungan Anak dan Perempuan dan pihak lainnya," paparnya.

Sementara Kepala SMPN 16 Kota Malang, Syamsul Arifin, ditemui di Polrest Malang Kota enggan berkomentar lebih jauh mengenai kedatangannya ke Polresta Malang Kota.

"Saya no komen nanti takut salah," pungkasnya.