Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dugaan kasus perundungan atau bullying terhadap salah satu siswa berinisial MS yang terjadi di sekolah, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tegas bakal memberikan punishment atau sanksi khusus.

Lantaran, kejadian tersebut dilakukan oleh tujuh teman korban di lingkungan sekolah hingga menyebabkan korban harus menjalani perawatan di rumah sakit. Bahkan, MS juga harus menjalani operasi amputasi di salah satu jari tangannya.

Aksi bullying berbuntut kekerasan tersebut seakan membuat kondisi pelayanan pendidikan di Kota Malang tercoreng. Karenanya, pihak sekolah dalam hal ini SMP 16 Kota Malang bakal mendapakat sanksi. Lantaran, dianggap lalai dalam melakukan pengawasan kegiatan belajar mengajar.

Terkait informasi dugaan kasus ini yang dianggap sebagai gurauan anak sebaya juga menjadi sorotan. Padahal menurut aparat penegak hukum, ada unsur kekerasan atau pelanggaran hukum dalam peristiwa ini.

"Tentu harus ada punishment pada lembaga dalam hal ini sekolah SMPN 16," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji usai mengadakan pertemuan dengan seluruh kepala sekolah SMP di Balaikota Malang, Rabu (5/2).

Namun, terkait sanksi tersebut pihaknya menyerahkan mekanismenya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Yang mana, karena hal itu bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) maka akan disesuaikan dengan PP (Peraturan Pemerintah) No. 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

"Punishmentnya kami serahkan sepenuhnya kepada dinas pendidikan berkoordinasi dengan inspektorat. Kami sebetulnya, ini kan sudah ada kelalaian, ndak tau nanti modelnya gimana. Tentu karena pegawai negeri maka kita ngikuti PP 53. Dan proses-proses selanjutnya sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada di dinas itu," jelasnya.

Tak hanya itu, mencuatnya kasus ini juga berpengaruh pada penilaian sistem kerja pengawas. Dimana nantinya pengawas juga akan lebih dikuatkan dalam kinerja untuk mengawasi setiap sekolah di Kota Malang.

"Kami juga akan kuatkan pengawas, selama ini kan satu pengawas mengawasi beberapa sekolah. Nah ini juga harus ada evaluasi, selama ini bagaimana, mekanisme kerjanya juga bagaimana," pungkasnya.