Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu (berdiri) saat menyampaikan sambutan dalam Musrenbang Disabilitas RKPD Kota Malang. (Pipit Amggraeni/MalangTIMES).
Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu (berdiri) saat menyampaikan sambutan dalam Musrenbang Disabilitas RKPD Kota Malang. (Pipit Amggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Wujudkan Kota Malang inklusif dan ramah disabilitas, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang menyerap aspirasi penyandang disabilitas melalui musrenbang tematik. Kali ini, Musrenbang Disabilitas RKPD Kota Malang Tahun 2021 digelar di Hotel Savana, Rabu (5/2/2020).

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu menyampaikan, musrembang tematik dibuat sebagaimana aturan perundang-undangan yang berlaku. Di antaranya  berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan daerah. Semua unsur masyarakat wajib dilibatkan.

"Salah satu tujuan kegiatan ini adalah  memenuhi tahapan yang disyaratkan dalam undang-undang dan perencanaan partisipatif dalam penyusunan rencana pembangunan di Kota Malang," katanya saat menyampaikan laporan kegiatan Musrembang Disabilitas RKPD Kota Malang Tahun 2021, Rabu (5/2/2020).

Dalam musrenbang tematik kali ini, menurut Dwi Rahayu, setiap usulan kegiatan akan melibatkan penyandang disabilitas. Setiap usulan yang disampaikan akan dikaji dan dilaksanakan sesuai dengan skala prioritas. Dengan kondisi itu, diharapkan kesejahteraan masyarakat, utamanya kaum disabilitas, dapat terpenuhi.

Dia menjelaskan, rangkaian penyusunan RKPD 2021 sudah dimulai melalui pramusrenbang pada November 2019 lalu. Pada musrenbang yang digelar hari ini, maka akan diambil keputusan akhir dan dibawa dalam forum perangkat daerah. "Itu sebabnya kami harapkan peran serta dan keaktifan peserta untuk menyampaikan usulan," jelasnya.

Baca Juga : Jamin Nasib Tenaga Kerja, Disnaker-PMTSP Kota Malang Ajukan Skema Jaring Sosial

Dwi menyampaikan, peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut ada sekitar 125 orang. Seluruhnya berasal dari unsur Pemerintah Kota Malang, stakeholder dan jajaran samping terkait, serta komunitas peduli disabilitas. Setiap usulan akan dijadikan masukan untuk pembangunan Kota Malang. "Melalui kegiatan ini diharapkan Kota Malang menjadi kota inklusif dan ramah disabilitas," pungkasnya.

Kegiatan yang digelar di Hotel Savana tersebut juga turut dihadiri dan dibuka langsung Wali Kota Malang Sutiaji. Dalam sambutannya, Sutiaji menyampaikan bahwa pembangunan Kota Malang sebagai kota inklusif dan layak disabilitas akan terus ditingkatkan. "Secara bertahap pembangunan Kota Malang akan mengarah ke sana," jelas Sutiaji.