Terdakwa kasus mutilasi, Sugeng Santoso. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Terdakwa kasus mutilasi, Sugeng Santoso. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dua kali agenda persidangan dengan materi pembacaan tuntutan kasus mutilasi dengan terdakwa Sugeng Santoso, terpaksa harus menjalani dua kali penundaan. Pada agenda sidang sebelumnya, tanggal 29 Januari 2020, ditunda pada 3 Februari 2020.

Kemudian pada 3 Februari 2020, sidang kembali tak bisa dilanjutkan karena terdapat penundaan dan dilanjutkan kembali pada 5 Februari 2020. Ditundanya dua kali agenda persidangan tersebut, lantaran dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang belum menyiapkan tuntutan untuk terdakwa Sugeng.

Mengetahui sidang terus ditunda, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Dina Pelita Asmara sempat menegur pihak JPU untuk segera menyiapkan tuntutan agar persidangan tak lagi ditunda-tunda.

Dikonfirmasi perihal belum siapnya tuntutan dalam kasus mutilasi tersebut, Kasi Pidum Kejari Kota Malang Wahyu Hidayatullah beralasan, jika pihaknya saat ini masih terus memproses tuntutan untuk kasus mutilasi Sugeng Santoso.

"Untuk kasus yang skalanya nasional, apalagi menjadi sorotan ini, di Standar Operasional Prosedur (SOP) kita usulan tuntutannya itu diajukan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati), kemudian diajukan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dan saat ini menunggu petunjuk dari Kejagung," ungkapnya ketika ditemui di Kejari Kota Malang 

Kemudian, mengenai kepastian apakah pada 5 Februari  2020 tuntutan untuk kasus mutilasi Sugeng Santoso telah siap atau tidak, pihaknya masih belum bisa memastikan hal tersebut. Namun pihaknya berharap putusan tersebut segera turun.

"Kalau tanggal 5 Februari 2020 (hari ini) sudah turun, ya kita akan segera ambil. Tapi kami harap segera turun. Untuk mengenai berkata tahunnya (putusan) kami belum tau itu, keputusan turun berapa belum ada itu," bebernya  

Sebelumnya, pihak kuasa hukum Sugeng Santoso, Iwan Kuswardi mengatakan, jika pihaknya memilih untuk sabar serta menunggu kesiapan pihak JPU untuk menyiapkan tuntutannya.

"Untuk dakwaan kasus pembunuhan kan Jaksa harus koordinasi dengan atasannya, ya kita harus sabar," pungkasnya.