KKN Nusantara 3T 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto: istimewa)
KKN Nusantara 3T 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - strong>Catatan Peserta KKN Nusantara 3T 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Timur*

Melalui Unit LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, saya mengetahui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara 3T (Terdalam, Tertinggal, dan Terluar). Program dari Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) ini memberangkatkan 75 mahasiswa dari berbagai PTKIN di Indonesia ke Provinsi Nusa Tenggara Timur. UIN Malang mengirimkan dua delegasi, yakni saya dan Dyah Palupi (mahasiswi Jurusan Ahwal al Syakhsyiyah).

Program ini dilaksanakan sejak 7 Januari hingga 13 Februari 2020. Ada hal yang menjadi fokus saya, yaitu literasi. Menurut saya, literasi adalah salah satu isu yang harus diperhatikan terutama di masa tumbuh kembang anak usia sekolah dasar dan menengah. Bersama beberapa peserta dengan visi yang sama, kami beraktivitas di sekolah satu atap di Desa Pitay, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.

Saya mengunjungi kelas tujuh SMPN 3 Sulamu (30/1). Di situ, saya berbagi pentingnya menjadikan membaca dan menulis sebagai hobi sehari-hari. Sebelumnya, saya menunjukkan beberapa buku anak populer yang ditulis oleh penulis seusia mereka. Seperti Kecil-Kecil Punya Karya, FantasTeen, dan Bintang Cilik. Tak hanya itu, saya juga menunjukkan beberapa karya buku yang saya tulis saat masih SMP.

Saya tidak ingin memaksa mereka untuk membaca cerita tertentu. Maka, saya bebaskan mereka untuk menulis cerita pendek ala mereka sendiri di selembar kertas. Saya pun memberi iming-iming hadiah buku cerita yang saya tulis sendiri.

Salah satu siswa, Dimalla Pian, 12 tahun, merasa bahwa menulis cerita singkat sangat mengasyikkan. “Saya bisa memilih cerita saya sendiri,” tuturnya. Tak hanya itu, beberapa siswa pun menyatakan bahwa mereka akhirnya tahu bahwa cita-cita di masa depan, tak hanya sekadar menjadi dokter, polisi, tentara, dan guru saja. “Ternyata kami bisa juga jadi Penulis dan Arsitek,” tambah Dimalla.

Ya. Mungkin hidup di daerah yang tidak memiliki banyak akses, akhirnya juga membatasi jangkauan pikir anak-anak tersebut. Dengan program KKN Nusantara 3T ini, mereka bisa bertemu dengan kakak-kakak dari daerah yang sangat jauh untuk berbagi mengenai banyak hal yang mungkin belum pernah mereka dengar.

Sebagai seorang mahasiswa, saya merasa inilah tanggung jawab saya untuk memberi dan berbagi wawasan terutama dalam hal literasi. Dengan begitu, ada opsi lensa lain bagi adik-adik di daerah 3T untuk menentukan cita-cita mereka. Di masa mendatang, mereka akan menjawab, “Saya akan jadi Penyair atau Arsitek,” ketika ditanya cita-cita. Tak melulu, “Mau jadi Guru atau Dokter atau Polisi.” Program kelas kecil tentang wawasan literasi ini juga diadakan di beberapa sekolah. Sekolah yang mendapat giliran selanjutnya ialah SD Inpres Pitay. 

*Faishal Digdoyo Prasojo – Peserta KKN Nusantara 2020, Jurusan Teknik Arsitektur