Suasana doa bersama di halaman RS Lavalette Kota Malang untuk kesembuhan korban dugaan kasus bullying siswa SMPN 16 Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana doa bersama di halaman RS Lavalette Kota Malang untuk kesembuhan korban dugaan kasus bullying siswa SMPN 16 Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - MS, pelajar kelas VII SMPN 16 Kota Malang korban dugaan aksi perundungan atau bullying sore ini (Selasa, 4/2) menjalani operasi tahap pertama amputasi jari tengah tangan kanannya. 

Kejadian ini menyulut perhatian berbagai pihak, termasuk dari Koalisi Masyarakat Sipil Kota Malang. Lantaran, dugaan penganiayaan itu dilakukan oleh tujuh teman sekolahnya hingga menjadikan MS harus menjalani perawatan intensif di RS Lavalette. Bahkan, kondisi fisik tubuhnya yang lain juga mengalami lebam, yakni di bagian kaki, punggung, dan tangan.

Jelang pelaksanaan operasi yang dikabarkan dilaksanakan pukul 18.00, dimanfaatkan oleh masyarakat dan keluarga menggelar doa bersama di halaman RS Lavalette Kota Malang. Lantunan doa penuh harap atas kesembuhan korban hingga kasus tindakan kekerasan di Kota Malang diharapkan tidak terjadi lagi.

"Kita sangat prihatin terhadap keadaan adik MS, nanti harus menjalani operasi. Sebagai masyarajat sipil kita peduli terhadap pendidikan di Kota Malang. Kita sebagai masyarakat sipil akan berdoa supaya operasinya nanti berjalan lancar, supaya proses hukumnya juga berjalan lancar," ungkap perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Malang Peduli Pendidikan, Sri Wahyuningsih.

Menyoroti kejadian tersebut, pihaknya juga akan mengawal hingga ada penyelesaian. Apalagi, dugaan kasus ini menurutnya sudah masuk laporan di Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak). Sehingga proses hukum bisa dijalankan sebagaimana mestinya. "Kalau prosedur kita mengawal semuanya, kasus ini sudah dilaporkan ke UPPA. Lagi-lagi anak-anak kita tidak mendapat kenyamanan dan keamanan saat mereka berada di sekolah," imbuhnya.

Lebih lanjut, wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Woman Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara Kota Malang itu juga mengharaokan proses hukum bisa benar-benar berjalan dengan adil. Harapannya, kasus kekerasan terhadap anak di Kota Malang bisa benar-benar berakhir. "Moga-moga semua penegak hukum Kota Malang ini melakukan suatu proses yang benar-benar. Yang dapat memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat pada umumnya, sehingga tidak ada lagi kejadian kekerasan thd anak seperti ini," pungkasnya.