Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang (Foto: Ima/MalangTIMES)
Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dugaan kekerasan dan aksi perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswa SMPN 16 Kota Malang inisial MS semakin disorot publik. Bahkan, video korban yang sedang mengerang kesakitan sudah tersebar di media sosial Twitter maupun Instagram.

Masyarakat ramai-ramai mengutuk tindakan tersebut. Bahkan, banyak yang menginginkan pelaku, yang kemungkinan juga siswa seusia korban, dihukum penjara hingga jera agar kejadian semacam tidak terulang.

Tak hanya sekolah yang disorot, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang pun tak lepas dari komentar netizen yang maha benar. Komentar-komentar pedas itu bisa dilihat di ulasan Google Dinas Pendidikan, hingga Instagram resminya.

Berikut komentar-komentar yang ada di ulasan Google Dinas Pendidikan yang menyudutkan Kepala Disdikbud Zubaidah.

"Sepertinya Bu Zubaidah perlu refreshing biar bikin jawaban nyambung gitu. Aneh-aneh aja, Buk, bilangnya si siswa kejepit gasper sabuk. Ternyata jabatanmu ga manah, Bu. Lebih membela yang beruang," tulis Baby Cibel.

"Itu kepala dinasnya kalau boleh tahu lulusan mana? Statement yang sangat konyol buat klarifikasi korban pembullyan siswa SMP Malang. Kok konyol sekali sekelas kepala dinas pendidikan?" tulis akun Pix Colo.

Sementara di akun Instagram resmi Dinas Pendidikan Kota Malang, banyak yang meminta transparansi dari kasus ini. Mereka tidak percaya bahwa apa yang dialami MS hanya sebatas bercanda dengan teman-temannya.

"Kasus kekerasan di SMP 16 bagaimana? Kegiatan yang menyebabkan kerusakan fisik disebut bercanda? Tolong yang transparan dan logis," kata @saviraputri_.

"Dinas Pendidikan Malang yang adil dan transparan dong. Kasian korban. Korban juga butuh keadilan. Pelaku harus dikasih hukuman yang setimpal. Dek Aril masa depannya masih panjang," ungkap carerinaindarp.

Mereka tidak percaya bahwa luka MS di jari tangan yang menyebabkan ia diamputasi hanyalah karena terjepit ikat pinggang saja.

"Terjepit gesper (ikat pinggang)? Mana mungkin sampe segitunya. Mbok ya dicari lagi permasalahan awalnya. Kasihan korbannya sampe mau diamputasi," ucap @bintangprakasaaa.

"lyaa bener, ga masuk logika kalau bilang sering kejepit gesper. Tolong ditindaklanjuti dan cari tahu kebenaran dengan seadil-adilnya," ucap @nisadhika26.

Saat dikonfirmasi pada Jumat lalu (31/1/2020), Zubaidah memang menyatakan bahwa dugaan kekerasan tersebut hanyalah sebatas gurauan anak-anak. Namun, itu adalah kesimpulannya sementara.

"Kesimpulan sementara, memang ada tapi tidak kekerasan, guyon (bergurau). Anak-anak itu guyon di masjid," katanya saat ditemui di Disdikbud Kota Malang.

"Dia pertama yang jari tangannya sakit itu bukan karena diinjak atau diapakan, tapi karena seringnya kejepit gesper ikat pinggang dan itu sering sekali Ariel sendiri yang cerita," lanjutnya.

Zubaidah juga sudah menjelaskan bahwa apa yang ia katakan hanya sebatas kesimpulan sementara.

"Ini tadi saya menyampaikan hasil wawancara saya dengan teman-temannya, sahabatnya," tegas Zubaidah kala itu.

Sementara itu, kabar terbaru, jari tangan MS yang mengalami luka parah hingga dirawat di RS Lavalette, sore ini (Selasa, 4/2) akan diamputasi.

Kabar tersebut dibenarkan keluarga korban. Proses operasi amputasi jari tengah kanan MS akan dilangsungkan pada pukul 18.00.

"Insya Allah kalau tidak ada halangan, sore ini jam 6 (proses operasi amputasi jari tahap pertama)," ungkap Taufik, Pakdhe korban saat ditemui awak media.