Kapolresta Malang Kota saat menjenguk korban MS di rumah sakit (ist)
Kapolresta Malang Kota saat menjenguk korban MS di rumah sakit (ist)

MALANGTIMES - Kasus perundungan terhadap MS (13) terus didalami pihak Polresta Malang Kota. Dari pemeriksaan tujuh saksi sebelumnya, terungkap jika korban sempat digotong bersama-sama dan sempat dibanting di paving maupun pada pohon.

Hal tersebut dibenarkan Kaporesta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, (4/2/2020).

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

"Diangkat beramai-ramai kemudian dibanting ke paving dalam kondisi terlentang. Lalu yang kedua posisinya juga sama tapi dibandingkan ke pohon kecil," beber Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata (4/2/2020).

Motif mengenai aksi tersebut, yang disampaikan oleh para terduga pelaku, jika niat mereka hanyalah iseng terhadap korban. Namun kami saat ini masih terus menelusuri fakta dari pada kasus ini.

"Setelah terjatuh, korban sempat diinjak dan kemudian dipukul sehingga ada beberap luka lebam. Dan ada yang namanya distater atau dipegang kakinya kemudian kaki pelaku ini mengenai kemaluan korban," tambahnya.

Saksi yang telah diperiksa, sebelumnya terdapat tiga orang, yakni ibu, korban dan pamannya. Selain itu, tujuh terduga pelaku juga telah menjalani pemeriksaan di Polresta Malang Kota. Sehingga saat ini total saksi yang diperiksa berjumlah 10 orang.

"Jadi perkembangan hari ini menunggu hasil visum et repertum dari Rumah Sakit Lavalette. Nanti kalau sudah visum keluar dengan visum tersebut, sudah bisa memenuhi dua alat bukti yang akan naik ke tahap penyidikan," paparnya.

Kemudian mengenai asumsi yang mengatakan jika jari tangan korban terkena jepitan gasper, Kapolresta menjelaskan jika yang jelas dugaan yang ditangani mengenai adanya kekerasan terhadap anak yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

"Makanya ancaman pasalnya kita kenakan pasal 80 ayat 2 undang-undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Untuk mengenai kondisi jari tangannya tanyakan langsung ke tim medis saja," bebernya.

Selain 10 saksi sebelumnya, nantinya polisi juga akan memintai keterangan tambahan dari pihak sekolah. Dan untuk waktu pemanggilan akan segera dilakukan oleh petugas.

"Kita belum bisa berasumsi di luar daripada fakta kejadian sebenarnya. Jadi nanti barang bukti keterangan saksi, keterangan korban lalu dari visum kita sandingkan jika penuhi dua alat bukti naik ke tahap penyidikan," tambahnya.