Kondisi terkini lalu lintas kawasan Soekarno Hatta Kota Malang (Istimewa).
Kondisi terkini lalu lintas kawasan Soekarno Hatta Kota Malang (Istimewa).

MALANGTIMES - Rekayasa lalu lintas (lalin) di kawasan Soekarno Hatta (Suhat) banyak dikeluhkan pengendara. Meski begitu, rekayasa masih akan terus dilakukan uji coba dan dievaluasi selama satu pekan ke depan.

Baca Juga : Tanggapan Resmi Gojek dan Grab soal Fitur Ojek Online yang Hilang dari Aplikasi

Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Priyanto menyampaikan, kondisi kemacetan di kawasan Suhat saat ini terlihat mulai berkurang dibanding sebelum dilakukan rekayasa lalin. Meski begitu, evaluasi akan terus dilakukan selama proses uji coba berlangsung.

"Akan terus kami koreksi mana saja kekurangannya, terutama di jam sibuk seperti pagi dan sore hari," katanya, Selasa (4/1/2020).

Dia menyampaikan, dari pantauan kendaraan yang dilakukan pada Selasa (4/2/2020) pagi, kendaraan yang biasanya menumpuk di traffic light (TL) yang mengarah dari Dinoyo mulai berkurang. Lantaran kendaraan terus bergerak dengan berbelok ke kiri menuju arah jembatan.

"Biasanya roda empat tiap menit bergerak enam sampai tujuh kendaraan. Tadi terpantau ada 17 kendaraan yang lewat dalam satu menit. Jadi nggak macet stagnan, tapi memang berjalan lambat dan kendaraan nggak sampai berhenti," tambah dia.

Sementara berkaitan dengan u-turn atau belokan yang dikeluhkan terlalu jauh, AKP Priyanto menyampaikan jika kondisi itu dapat diminimalisir melalui jumlah kendaraan yang antri untuk berbelok. Ketika kendaraan dengan lancar berputar, maka antrian dan kemacetan menurutnya akan dapat lebih ditekan.

Namun kendalanya, masih banyak pengendara yang ragu untuk berbelok. Sehingga menimbulkan penumpukan kendaraan. Padahal, setiap u-turn yang disediakan telah dilengkapi dengan pelindung dan dipastikan aman bagi pengendara untuk berputar.

Baca Juga : PSBB Jakarta, 5 Perjalanan KA Jarak Jauh Daop 8 Surabaya Dibatalkan

"Mutar penuh nggak akan masalah, karena sudah ada pelindungnya, jadi pengendara agar tak ragu saat berbelok," tambah dia.

Selain itu, kendala lain yang menjadi catatan dalam rekayasa lalin tersebut adalah keluar masuknya kendaraan dari gang yang ada di sekitar jalan besar. Kondisi itu cukup menganggu dan masih akan diminimalisir lagi. Sehingga kendaraan bisa melaju mulus tanpa ada gangguan.

"Kendala lain juga pada perlunya pelebaran jalan," tambah dia.

Lebih jauh dia memastikan, evaluasi akan terus dilakukan selama proses uji coba dalam satu minggu ke depan. Setiap kekurangan akan dijadikan catatan untuk kemudian bisa digunakan sebagai bahan pembenahan.

Sebelumnya, proses rekayasa lalin dilakukan di kawasan Suhat sejak Senin (3/2/2020) kemarin. Dalam rekayasa yang mulai dijalankan tersebut, pengendara yang mengarah dari arah Dinoyo tidak diperkenankan untuk lurus menuju Betek atau Jl. Mayjend Panjaitan. Melainkan harus belok kiri dan putar balik melalui u-turn yang disediakan. U-turn atau putar balik pun diletakkan di depan Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ). Sementara dua u-turn yang ada di depan kampus Polinema dan Jalan Semanggi ditutup.