Taufik, Pakdhe korban dugaan aksi bullying siswa di SMPN 16 Kota Malang saat ditemui awak media (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Taufik, Pakdhe korban dugaan aksi bullying siswa di SMPN 16 Kota Malang saat ditemui awak media (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dugaan adanya aksi perundungan atau bullying yang dialami pelajar kelas VII berinisial MS di SMPN 16 Kota Malang yang dilakukan oleh tujuh temannya masih terus menjadi perbincangan publik. 

Informasi terbaru, jari tangan MS yang mengalami luka parah hingga dirawat di RS Lavalette, sore ini (Selasa, 4/2) akan diamputasi.

Baca Juga : Sehari 9 Korban Covid-19 di Surabaya Meninggal, Gubernur Minta Contoh Magetan Tekan Kasus

Kabar tersebut dibenarkan keluarga korban, jika proses operasi amputasi jari tengah kanan MS akan dilangsungkan pada pukul 18.00. "Insya Allah kalau tidak ada halangan, sore ini jam 6 (proses operasi amputasi jari tahap pertama)," ungkap Taufik, Pakdhe korban saat ditemui awak media.

Selain jari tangan yang mengalami luka parah, di tubuh lainnya korban juga terdapat luka lebam yang parah. Yakni, di bagian kaki, punggung dan tangan. Meski begitu, Taufik menjelaskan kondisi terkini dari MS sudah lebih baik dibandingkan pada saat pertama kali pihak keluarga membawa ke rumah sakit.

Namun, proses observasi hingga siang kemarin (Senin, 3/2) memang terus dilakukan oleh pihak rumah sakit, dan diambil kesimpulan jika ujung jari MS yang terluka tidak dapat berfungsi.

"Kemarin memang dari rumah sakit itu melihat kondisi fisiknya sudah bagus, ada kemungkinan bisa pulang. Tetapi, masih dilakukan observasi pada jarinya, ujungnya sudah tidak berfungsi. Akhirnya kami dikonfirmasi akan dilakukan amputasi," imbuhnya.

Baca Juga : Di Jalanan, Senyum-senyum Merekah Menerima Sembako Bantuan UIN Malang

Keputusan itu sebetulnya dirasa cukup berat dan disayangkan oleh pihak keluarga. Namun, demi kesehatan sang keponakan agar bisa kembali beraktivitas, pihaknya akan melakukan yang terbaik. "Memang sangat kami sayangkan, tapi kami juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena yang terbaik buat ponakan kami, itu yang kami lakukan," pungkasnya.